Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ekonomi Krayan Selatan Lumpuh Total: Jalan Rusak Parah, Beras Adan Gagal Jual hingga Warga Terpaksa Berutang

Redaksi Prokal • Senin, 29 Juni 2026 | 11:45 WIB
MIRIS : Kondisi jalan rusak parah berimbas pada mobilisasi orang dan barang di Kecamatan Krayan Selatan.
MIRIS : Kondisi jalan rusak parah berimbas pada mobilisasi orang dan barang di Kecamatan Krayan Selatan.

NUNUKAN – Kerusakan parah yang melanda ruas jalan di Kecamatan Krayan Selatan kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Intensitas hujan berkepanjangan yang mengguyur wilayah perbatasan tersebut membuat akses transportasi darat lumpuh total. Dampak domino dari hancurnya infrastruktur ini tidak hanya mengisolasi warga, tetapi juga melumpuhkan sektor perekonomian dan membuat hasil panen Beras Adan milik petani lokal terancam busuk karena gagal dipasarkan.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengungkapkan bahwa kondisi jalan penghubung saat ini kian memburuk dari hari ke hari akibat tingginya curah hujan. Kubangan lumpur yang dalam membuat kendaraan pengangkut barang sama sekali tidak sanggup melintasi jalur menuju wilayah Krayan Selatan.

"Kondisi jalan semakin parah karena hujan terus-menerus. Akibatnya, kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok masyarakat maupun pasokan BBM tidak sanggup lagi melintas," ujar Oktavianus Ramli.

Lumpuhnya jalur distribusi ini memukul telak mata pencaharian utama warga setempat. Pertanian Beras Adan yang menjadi komoditas unggulan dan kebanggaan wilayah Krayan kini sama sekali tidak bisa dikirim keluar daerah untuk dijual. Padahal, sebagian besar warga menggantungkan seluruh roda kehidupan domestik mereka dari hasil penjualan beras organik premium tersebut, termasuk untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka yang tengah menempuh kuliah di luar daerah.

"Masyarakat saat ini sangat resah dan cemas. Mereka sangat berharap hasil panen Beras Adan bisa segera dijual, karena uang dari penjualan itulah yang digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan membayar biaya kuliah anak-anak mereka," ungkap Camat dengan nada khawatir.

Penderitaan warga perbatasan ini kian berlapis akibat terbatasnya akses layanan perbankan di wilayah tersebut. Hingga saat ini, satu-satunya kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) hanya tersedia di wilayah Long Bawan, Kecamatan Krayan. Untuk melakukan transaksi keuangan dasar—seperti menyetor atau mengirimkan uang bulanan bagi anak yang bersekolah di luar kota—warga Krayan Selatan harus menempuh perjalanan jauh ke Long Bawan.

Namun, hancurnya akses jalan membuat perjalanan menuju pusat kecamatan di Long Bawan kini menjadi misi yang mustahil dilakukan. Akibat tidak adanya uang tunai dan gagalnya penjualan hasil bumi, tidak sedikit warga yang terpaksa mengambil jalan pintas dengan meminjam uang atau berutang kepada kerabat mereka yang berada di kota demi bertahan hidup.

Merespons krisis ini, Pemerintah Kecamatan Krayan Selatan mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan penanganan darurat terhadap ruas jalan yang rusak. Warga berharap perbaikan jalur logistik ini menjadi prioritas utama agar pasokan kebutuhan pokok dan BBM kembali normal, serta hasil pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat perbatasan dapat segera diselamatkan dan dipasarkan kembali. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Krayan Selatan