TANJUNG SELOR — Kualitas udara di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, terus menunjukkan tren memburuk dalam 20 hari terakhir. Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, konsentrasi partikulat halus PM2.5 telah mencapai 75,8 dan resmi masuk dalam kategori zona kuning atau tidak sehat. Anjloknya kualitas udara ini dipicu oleh minimnya curah hujan sepanjang Agustus 2026, yang berimbas pada meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar.
Forecaster Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Farid Hardiansyah, memaparkan bahwa peningkatan konsentrasi PM2.5 melonjak tajam dibandingkan hari-hari sebelumnya yang masih bertahan pada kisaran 15,6–55,4.
"Kondisi kualitas udara di Tanjung Selor terpantau mengalami tren memburuk selama 20 hari terakhir. Kondisi ini dipengaruhi oleh berkurangnya curah hujan di Kabupaten Bulungan selama bulan Agustus, sehingga meningkatkan potensi peningkatan karhutla," ungkap Farid, Kamis (20/8/2026).
Melihat tren udara yang kian memburuk, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah perlindungan diri saat berada di luar ruangan.
"Disarankan untuk menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan," ujar Farid menegaskan.BMKG memprediksi kondisi cuaca relatif kering dan minim curah hujan ini masih akan berlangsung hingga pertengahan September 2026. Situasi ini berpotensi memperpanjang risiko kebencanaan karhutla dan memperburuk kepulan asap jika tak ada penanganan intensif di lapangan. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co