“Jarak Pandang Masih Aman,” Dishub Kaltara Pastikan Kabut Asap Belum Ganggu Pelayaran Speedboat

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 15:16 WIB
KABUT ASAP: Transportasi air di Kaltara dinilai masih aman untuk beroperasi. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
KABUT ASAP: Transportasi air di Kaltara dinilai masih aman untuk beroperasi. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

 
TANJUNG SELOR – Kualitas udara di sebagian besar wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Tanjung Selor, memburuk hingga masuk kategori tidak sehat akibat selimut kabut asap. Meski demikian, fenomena ini dipastikan belum mengganggu aktivitas transportasi air dan angkutan penumpang speedboat di wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Kaltara menegaskan bahwa alur pelayaran sungai dan laut saat ini masih masuk dalam batas toleransi aman untuk dilintasi armada angkutan publik.

Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kaltara, Massahara, menjelaskan bahwa keputusan untuk tetap mengoperasikan armada didasarkan pada pemantauan intensif dan koordinasi bersama pihak otoritas pelabuhan setempat.

"Berdasarkan hasil koordinasi dengan KSOP, kondisi kabut asap saat ini jarak pandang masih kondisi aman," ujar Massahara saat memberikan keterangannya.

Ia menambahkan bahwa ruang pandang yang ada saat ini masih sangat memungkinkan untuk mendukung operasional harian speedboat dalam melayani mobilitas masyarakat antardaerah di Kaltara. Meski izin berlayar tetap diberikan, pihaknya meminta seluruh nakhoda dan pengelola jasa transportasi air untuk tidak mengabaikan potensi bahaya yang bisa muncul sewaktu-waktu.

"Tapi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan," tegasnya.

Data pemantauan cuaca menunjukkan bahwa perairan sungai relatif lebih aman karena nakhoda dapat memantau objek dan arah lintasan dengan visual yang cukup jelas. Hal ini berbeda dengan area laut terbuka yang rentan memicu fenomena optik seperti fatamorgana saat kabut menebal, sehingga objek di kejauhan bisa terlihat membias dari bentuk aslinya.

Para pengemudi speedboat pun diimbau untuk selalu menyesuaikan laju kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat melakukan keberangkatan di jam-jam awal pagi ketika konsentrasi asap sedang berada di titik tertinggi. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kaltara