Disperta Bulungan Tertibkan Legalitas Kebun dan Genjot Potensi Kakao, Kementan Kucurkan Bantuan

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:31 WIB
Bupati Bulungan Syarwani meninjau tanaman kakao saat melihat langsung potensi pengembangan komoditas perkebunan di Bulungan.
Bupati Bulungan Syarwani meninjau tanaman kakao saat melihat langsung potensi pengembangan komoditas perkebunan di Bulungan.

TANJUNG SELOR — Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bulungan bergerak cepat memperkuat penataan izin usaha sektor perkebunan sembari memacu perluasan komoditas kakao dan kelapa di daerah. Langkah strategis ini ditempuh lewat koordinasi intensif bersama Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) serta Direktorat Tanaman Tahunan Kementerian Pertanian (Kementan).

Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto, menegaskan bahwa penertiban legalitas menjadi salah satu prioritas utama agar seluruh perusahaan perkebunan beroperasi sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

“Pembahasannya mencakup kesesuaian Izin Usaha Perkebunan (IUP), Izin Lokasi, Hak Guna Usaha (HGU) serta pemenuhan kewajiban Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM),” ujar Kristiyanto, Kamis (3/9/2026).

Menanggapi adanya ketidaksesuaian luasan izin yang dimiliki sejumlah perusahaan, Direktorat PPHP Kementan telah mengarahkan agar penyesuaian segera dilakukan berdasarkan dokumen HGU yang sah.

“Kami akan menindaklanjuti arahan ini melalui penguatan pengawasan, pembinaan, dan monitoring berkala,” tegasnya.

Di samping penataan izin, Disperta Bulungan turut menyuarakan aspirasi petani dengan mengajukan usulan bantuan benih, sarana produksi, hingga alokasi tenaga kerja untuk komoditas unggulan kelapa dan kakao. Usulan tersebut direspons positif oleh pemerintah pusat melalui alokasi awal sebanyak 100 benih kakao yang penyalurannya dikoordinasikan dengan Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Surabaya. Bantuan ini juga dibarengi dukungan 13 Hari Orang Kerja (HOK) per hektare berstandar Rp100 ribu per HOK.

“Ini menjadi bagian dari dukungan untuk memperluas areal pengembangan kakao di Bulungan,” tutur Kristiyanto.

Ia menambahkan, seluruh hasil kesepakatan dengan Kementan akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan program teknis bersama instansi terkait demi mendorong perekonomian warga lokal.

“Harapannya, produktivitas perkebunan rakyat meningkat, sentra produksi kelapa dan kakao semakin luas, serta kesejahteraan pekebun di Bulungan ikut meningkat,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
bulungan