Menuju Status Internasional, Bandara Juwata Tarakan Matangkan Alur Pelayanan dan Fasilitas Pabean

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 10:57 WIB
Pesawat bersiap take off di Bandara Juwata Tarakan.
Pesawat bersiap take off di Bandara Juwata Tarakan.

TARAKAN — Bandara Juwata Tarakan terus memacu persiapan teknis guna menyambut pembukaan rute penerbangan internasional. Tak hanya memastikan kesiapan landasan pacu (runway), pengelola bandara kini fokus mematangkan alur pelayanan penumpang mulai dari area keberangkatan, sistem keimigrasian, karantina kesehatan, hingga kawasan pabean Bea Cukai.

Di area keberangkatan, konter check-in 1 dan 2 yang diproyeksikan untuk penerbangan internasional mulai dievaluasi, termasuk keandalan pasokan listrik, jaringan Wi-Fi, dan Local Area Network (LAN).

“Peralatan pada kedua konter tersebut akan dievaluasi dan diperbaiki agar mendukung operasional penerbangan internasional,” terang Kabid Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan, Fahrudin Rahmad, Kamis (3/9/2026).

Sementara di area kedatangan, penataan dilakukan agar alur pergerakan penumpang berjalan tertib dan terintegrasi.

“Setelah turun dari pesawat atau bus, penumpang akan diarahkan melalui area transisi tertutup sebelum menjalani pemeriksaan berikutnya,” jelas Fahrudin.

Area transisi tersebut disiapkan lengkap dengan fasilitas Visa on Arrival (VOA), ruang aklimatisasi, serta thermal scanner milik Karantina Kesehatan. Penumpang yang terdeteksi bersuhu tubuh tinggi akan langsung diarahkan ke ruang observasi khusus sebelum menuju area pengambilan bagasi dan pemeriksaan imigrasi.

Guna mendukung operasional Bea Cukai, seluruh area airside disepakati untuk ditetapkan sebagai kawasan pabean. Terkait keterbatasan perangkat X-Ray bagasi yang masih berbagi dengan penerbangan domestik, mitigasi operasional telah disiapkan.

“Karena satu perangkat digunakan untuk bagasi domestik dan internasional, maskapai akan memberikan pita atau tanda khusus pada bagasi internasional agar mudah dibedakan,” kata Fahrudin.

Seluruh kesiapan fisik ini akan ditindaklanjuti dengan verifikasi dan pengecekan lapangan bersama instansi terkait. Fahrudin menargetkan pemenuhan kebutuhan utama yang bersifat mandatori dapat rampung dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan.

“Prioritas kita adalah persyaratan yang mandatori harus terpenuhi. Kalau masih ada kekurangan, harus sudah ada mitigasi operasionalnya, sehingga ketika izin rute keluar kita sudah siap,” tegasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
bandara juwata tarakan