TARAKAN — Kepolisian Resor (Polres) Tarakan bergerak cepat mengusut kematian seorang tahanan berinisial SRS yang ditemukan tak sadarkan diri di dalam sel Rutan Polsek Tarakan Barat. Dua orang tahanan yang berada satu ruangan dengan korban kini diperiksa intensif untuk mengungkap kronologi pasti sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.
Kasi Humas Polres Tarakan, IPTU Rusli, mewakili Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, menjelaskan bahwa salah seorang rekan sesama tahanan menjadi saksi pertama yang mendapati SRS dalam kondisi tak berdaya. Saksi tersebut sempat meminta bantuan tahanan lain sebelum melapor kepada petugas jaga.
“Petugas Polsek Tarakan Barat yang menerima laporan langsung mendatangi sel. SRS kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Jusuf SK Tarakan, namun pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia,” terang Rusli, Jumat (18/9/2026).
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan selembar sarung yang terikat di bagian atas bekas pintu kamar mandi. Temuan ini memunculkan indikasi awal bahwa korban melakukan percobaan bunuh diri. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh bukti dan pemeriksaan medis rampung.
Untuk memastikan penyebab pasti kematian, penyidik tengah mencocokkan keterangan para saksi dengan rekaman kamera pengawas (CCTV), posisi korban saat pertama ditemukan, hingga analisis tim forensik. Selain saksi di dalam sel, polisi juga berencana memanggil pihak keluarga guna menggali latar belakang serta kondisi psikologis SRS sebelum menjalani masa penahanan. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co