Terekam Kamera Trap, Keberadaan Kucing Merah Langka Kembali Terdeteksi di TNKM

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 08:45 WIB
Kucing merah (Catopuma badia) teridentifikasi di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) melalui kamera trap.
Kucing merah (Catopuma badia) teridentifikasi di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) melalui kamera trap.

NUNUKAN — Keberadaan kucing merah (Catopuma badia), satwa langka endemik Kalimantan, kembali teridentifikasi di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Kalimantan Utara. Kehadiran predator pemalu ini berhasil didokumentasikan melalui rekaman kamera trap (camera trap) serta pengamatan langsung petugas di lapangan, menjadi bukti penting dalam upaya pemantauan keanekaragaman hayati di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, menyampaikan bahwa kucing merah merupakan salah satu spesies prioritas yang dipantau secara berkala. Berdasarkan catatan inventarisasi, keberadaan satwa misterius ini di TNKM telah terdeteksi sejak 2003, lalu kembali terdokumentasi pada 2023 dan 2025.

"Keberadaan kucing merah sebelumnya diperoleh dari sejumlah wilayah di Kabupaten Malinau, seperti Bahau dan Mentarang. Sementara di Nunukan, petugas TNKM pada 2023 berhasil menemukan dan mendokumentasikan satwa ini di wilayah Krayan," terang Seno.

Seno menambahkan, bukti dokumentasi dari bentang kawasan yang mencakup Kabupaten Nunukan hingga Malinau tersebut menjadi data vital bagi pengelolaan konservasi. Namun, kelestarian satwa ini membutuhkan sinergi erat dengan masyarakat sekitar.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk membantu melestarikan kucing merah yang sudah sangat langka ini. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga habitat dan melaporkan temuan satwa liar kepada petugas,” imbaunya.

Hasil Pemasangan Kamera Trap Berbuah Manis

Keberhasilan pendokumentasian terbaru ini tak lepas dari kerja keras jajaran lapangan. Kepala Resort Mentarang Tubu, Mahfu'at, menjelaskan bahwa timnya memasang sejumlah kamera trap sejak September 2025 dan baru mengambilnya kembali pada Agustus 2026.

Pemasangan kamera tersebut difokuskan untuk mengamati spesies kunci, yakni macan dahan dan kucing merah.

“Alhamdulillah berhasil, ada tangkapan untuk kucing merah di wilayah Halian Tubu dan kami juga mendapat tangkapan di daerah Long Pala,” ungkap Mahfu’ad, Kamis (24/9/2026). Menurutnya, metode kamera trap sangat efektif untuk memantau keberadaan fauna tanpa mengganggu aktivitas alami mereka di habitat aslinya.

Kesaksian Petugas Lapangan

Selain rekaman kamera tersembunyi, informasi keberadaan kucing merah juga diperkuat oleh pengamatan visual langsung. Staf Resort Krayan, Ferli, menceritakan pengalamannya saat berpapasan dengan satwa tersebut di area kebun miliknya yang berjarak sekitar dua kilometer dari batas kawasan TNKM.

“Saat penemuannya saya lagi duduk istirahat, tidak lama muncul binatang itu. Awalnya tidak tahu jenisnya binatang apa,” tutur Ferli. Setelah mencocokkan informasi teknis, satwa tersebut terkonfirmasi sebagai kucing merah.

Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya kesadaran lokal dalam menjaga ekosistem hutan. Ferli berharap keberadaan satwa endemik ini terus mendapat perlindungan bersama agar terhindar dari ancaman kepunahan. "Harapannya ke depan, kita bersama masyarakat bisa menjaga dan melestarikannya supaya habitat mereka lebih aman," pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
TNKM