Ketergantungan Logistik ke Malaysia, Tito Karnavian Peringatkan Ancaman Nasionalisme di Perbatasan K

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 10:45 WIB
Tito Karnavian
Tito Karnavian

MALINAU — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Jenderal (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., menyoroti keterisoliran dan sulitnya akses logistik di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, khususnya Kabupaten Malinau dan Nunukan. Tito memperingatkan bahwa ketergantungan pasokan kebutuhan dari negara tetangga akibat minimnya infrastruktur jalan berpotensi mengikis rasa nasionalisme warga setempat.

"Akses jalan sulit, sehingga logistik, kesehatan banyak sekali pengaruhnya. Bahkan banyak yang membeli logistiknya ke tetangga kita, tapi membuat mereka merasa tidak adil. Itu akan membuat nasionalisme mereka bisa menjadi berkurang," kata Tito saat diwawancarai Radar Tarakan usai memimpin rapat koordinasi di Malinau, Selasa (6/10).

Tito menjelaskan, kondisi minimnya akses darat ini telah berlangsung lama dan berdampak serius terhadap kualitas hidup masyarakat. Di kawasan Krayan misalnya, warga terpaksa mengandalkan jalur udara atau menyusuri sungai selama berhari-hari demi mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan bahan pokok.

Oleh sebab itu, pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk memperkuat wilayah perbatasan luar agar berkembang menjadi buffer zone (kawasan penyangga) pertahanan nasional yang tangguh. Pembangunan infrastruktur darat dinilai mendesak sebagai bentuk rasa keadilan sekaligus garda terdepan pencegahan infiltrasi asing.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyatakan kesiapannya untuk menuntaskan pembangunan jalan perbatasan Malinau-Nunukan dalam tempo tiga tahun, dari 2027 hingga awal 2029, dengan estimasi anggaran mencapai Rp 32 triliun.

Guna memastikan proyek ini benar-benar terwujud, pemerintah menyusun skala prioritas pengerjaan—seperti akses menuju Krayan, Apau Kayan, serta jalur Malinau ke wilayah selatan—disertai pembenahan Bandara Apau Kayan. Tito juga menegaskan akan memberlakukan evaluasi berkala tiap 3–4 bulan serta menyusun target bulanan bersama Kementerian PU, TNI, Kemendagri, dan pemerintah daerah.

"Kita yakinkan betul bahwa ngomongin jalan ini bukan setelah rapat lalu bubar begitu aja, tapi betul-betul di-follow up," tegas Tito. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
malinau tito karnavian