MALINAU — Potret pendidikan di kawasan pedalaman Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, menunjukkan fenomena unik sekaligus miris. Di SD Negeri 005 Mentarang Hulu, wilayah Bang Biau, jumlah tenaga pendidik dan staf pendukung justru lebih banyak dibandingkan jumlah peserta didiknya. Sekolah ini saat ini hanya dihuni oleh tiga orang murid, sementara jumlah petugas yang dikerahkan mencapai lima orang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Dr. Fiteriady, menjelaskan bahwa lima personel tersebut terdiri dari tiga guru kelas, satu petugas kebersihan, dan satu pustakawan. Adapun tiga siswa yang tersisa terdiri dari satu murid kelas I dan dua murid kelas II.
"Di SD 005 Bang Biau itu ada lima sebenarnya guru. Guru kelasnya ada tiga, kemudian ada tenaga kebersihan juga, ada pustakawan juga di sana," ujar Fiteriady saat dikonfirmasi Radar Tarakan, Selasa (6/10).
Sempitnya jumlah murid tersebut dipicu oleh fenomena depopulasi atau terbatasnya populasi anak usia sekolah di kawasan Bang Biau. Selain itu, sebagian besar orang tua memilih memindahkan anak-anak mereka ke Long Berang saat memasuki kelas atas.
Meski jumlah murid sangat minim, Pemkab Malinau menegaskan tidak akan menutup sekolah tersebut. Pertimbangan utamanya adalah faktor geografis yang terisolasi. Jarak tempuh dari Bang Biau menuju Long Berang membutuhkan waktu jalan kaki hingga satu hari penuh, sehingga tidak memungkinkan bagi anak-anak untuk pulang-pergi setiap hari.
Fiteriady menekankan bahwa pemenuhan hak pendidikan warga di daerah terpencil adalah kewajiban mutlak pemerintah tanpa memandang jumlah murid. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah lain seperti Sungai Barang, Apau Kayan, di mana kelas dengan satu siswa tetap mendapatkan fasilitas serta pengajaran khusus layaknya kelas privat.
Meski demikian, Disdik Malinau terus berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk memetakan data populasi anak. Jika suatu saat sekolah benar-benar kosong tanpa peserta didik, para guru akan ditarik sementara ke sekolah terdekat hingga ada murid baru yang terdaftar. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co