NUNUKAN — Harapan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia untuk terbebas dari keterisolasian kini semakin dekat. Rencana pembangunan jalan darat yang menghubungkan Kecamatan Krayan di Kabupaten Nunukan dengan Kabupaten Malinau dinilai menjadi pijakan strategis untuk membuka celah ekonomi baru sekaligus memperlancar akses mobilitas warga.
Proyek infrastruktur konektivitas darat ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2028 mendatang. Nantinya, jalur ini akan membentang dari kawasan Bandara Yuvai Semaring melalui Pa’ Bawan dan Krayan Tengah menuju Malinau, begitu pula sebaliknya dari arah Malinau menuju Krayan.
Bagi warga Krayan, terbukanya akses jalan darat ini tak sekadar mempersingkat jarak tempuh menuju pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi. Kehadiran jalan ini diproyeksikan mampu memangkas tingginya biaya logistik, memperlancar pasokan kebutuhan pokok, hingga mempermudah petani lokal memasarkan hasil pertanian dan perkebunan mereka ke pasar yang lebih luas.
Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur ini merupakan aspirasi mendasar masyarakat yang wajib dikawal hingga tuntas.
"Pembangunan jalan bukan sekadar membuka konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat Krayan untuk berkembang," tegas Irwan Sabri.
Ia menambahkan bahwa terbukanya akses transportasi darat akan membawa dampak domino yang positif terhadap berbagai sektor krusial, mulai dari laju perekonomian, kelancaran distribusi barang, hingga efektivitas pelayanan publik.
"Kita ingin masyarakat Krayan semakin mudah bergerak, hasil pertanian dan perkebunan semakin mudah dipasarkan, biaya logistik semakin rendah, dan pelayanan pemerintah semakin mudah dijangkau," harapnya. Guna memastikan proyek berjalan sesuai linimasa, Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Kementerian Pertahanan, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Irwan optimistis bahwa dengan terbukanya jalur ini pada 2028, Krayan tak akan lagi dibayangi oleh krisis keterbatasan akses seperti tahun-tahun sebelumnya. "Ketika jalan terbuka, maka peluang ekonomi, pelayanan, dan kesejahteraan masyarakat juga semakin terbuka," pungkasnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co