PROKAL.CO-Rencana pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan kembali berembus kencang di panggung nasional dan mendapat dukungan penuh dari parlemen daerah. DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendesak pemerintah pusat untuk bersikap serius dengan memasukkan proyek infrastruktur transportasi rel raksasa ini ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Jika status PSN berhasil diamankan, percepatan realisasi proyek ini diyakini akan berjalan mulus karena menjadi prioritas utama pembangunan nasional. Infrastruktur ini dinilai krusial untuk memperkuat konektivitas antarprovinsi, memangkas biaya logistik yang mencekik, serta mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di seluruh Pulau Kalimantan.
Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, menegaskan bahwa wacana jaringan kereta api di Kalimantan ini membutuhkan komitmen politik jangka panjang dari pemerintah pusat agar tidak sekadar menjadi isu musiman yang timbul tenggelam. “Kami menyambut baik apabila rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan kembali menjadi perhatian pemerintah. Jika nantinya masuk dalam PSN, peluang percepatan realisasinya tentu semakin besar,” ujar Ansyari di Gedung DPRD Kalteng.
Sinyal lampu hijau dari pusat sebenarnya sudah dinyalakan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mematangkan cetak biru pembangunan sekitar 2.772 kilometer jalur kereta api yang membentang di Pulau Kalimantan. Langkah ini juga selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajarannya mematangkan skema Trans Kalimantan Railway demi mendukung hilirisasi industri dan pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa.
Ansyari tidak menampik bahwa proyek skala masif ini memiliki tantangan geografis yang berat dan membutuhkan investasi selangit. Apalagi, arah kebijakan pembangunan nasional kerap kali goyah dan mengalami penundaan akibat pergantian tampuk pemerintahan. Namun dengan momentum pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kalimantan, urgensi keberadaan kereta api menjadi tidak bisa ditawar lagi.
Salah satu dampak kemanusiaan dan ekonomi yang paling dinantikan dari moda transportasi rel ini adalah runtuhnya dominasi biaya logistik tinggi. Selama ini, jalur distribusi barang di Kalimantan masih sangat bergantung pada transportasi darat dan sungai yang memakan waktu lama serta memicu lonjakan harga kebutuhan pokok. Berdasarkan data BPS, biaya transportasi menyumbang 62 persen dari total biaya logistik nasional.
"Kereta api dapat menjadi alternatif distribusi yang lebih efisien. Biaya pengangkutan barang berpotensi menurun, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan pasokan kebutuhan masyarakat bisa lebih lancar," tutur Ansyari.
Bagi masyarakat pedalaman, petani, dan pelaku usaha kecil, kehadiran jalur kereta api Trans Kalimantan digadang-gadang akan membuka isolasi wilayah serta mendongkrak daya saing produk lokal. DPRD Kalteng pun berharap pemerintah pusat tidak setengah hati dan menjadikan proyek ini sebagai fondasi utama dalam membangun sistem transportasi yang terintegrasi di masa depan. (*)
Editor : Indra Zakaria