SAMPIT – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipastikan belum berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit. Operasional penerbangan dilaporkan tetap berjalan normal karena jarak pandang (visibility) masih berada jauh di atas ambang batas keselamatan.
Kepala Bandara Haji Asan Sampit, Abdul Haris, menegaskan bahwa operasional penerbangan hanya akan dihentikan jika kabut asap tebal memicu jarak pandang turun di bawah standar keselamatan maskapai.
"Apabila kabut asap terlalu tebal, operasional penerbangan dapat dihentikan demi keselamatan dan keamanan. Operator tidak akan terbang jika jarak pandang tidak memenuhi standar," tegas Abdul Haris. Kendati kabut asap sempat terlihat menipis pada pagi hari, pihak otoritas bandara memastikan situasi di lingkungan bandara tetap terkendali. Koordinasi intensif juga terus dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim serta instansi terkait untuk memantau situasi di lapangan secara real-time.
Berdasarkan hasil pemantauan, jarak pandang di kawasan bandara saat ini masih berada di atas sepuluh kilometer. Angka ini terbilang sangat aman mengingat standar minimum keselamatan operasional penerbangan berada di kisaran lima hingga sepuluh kilometer. Kondisi baru dianggap rawan apabila jarak pandang menyusut hingga di bawah lima kilometer.
Hingga saat ini, belum ada penundaan (delay) maupun pembatalan jadwal dari maskapai yang melayani rute dari dan menuju Sampit. Pihak otoritas mencatat ada beberapa maskapai yang tetap beroperasi secara harian, yakni NAM Air yang melayani rute penerbangan Jakarta–Sampit (PP), Surabaya, dan Semarang. Super Air Jet yang melayani rute penerbangan Jakarta–Sampit (PP) dan Wings Air yang melayani rute penerbangan Surabaya–Sampit (PP).
Apabila kondisi cuaca memburuk di kemudian hari, pihak operator dipastikan akan segera memberikan pemberitahuan awal kepada penerbangan lanjutan, termasuk penerbangan yang akan berangkat dari Jakarta, guna melakukan penyesuaian jadwal demi menjaga keselamatan penerbangan. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : Kalteng Pos