Waspada Karhutla! Seluruh Kecamatan di Kotim Masuk Zona Merah Sangat Mudah Terbakar

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 09:30 WIB
Pemadaman karhutla di Kotim.(BPBD)
Pemadaman karhutla di Kotim.(BPBD)

PROKAL.CO-  Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencapai tingkat mengkhawatirkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit mengonfirmasi bahwa seluruh kecamatan di Kotim kini resmi berada pada kategori sangat mudah terbakar seiring memuncaknya musim kemarau.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, menjelaskan bahwa status zona merah ini melingkupi tanpa terkecuali seluruh wilayah Kotim akibat minimnya curah hujan dan terik panas yang berkepanjangan sejak pertengahan Juni.

"Semua. Seluruh kecamatan sudah merah semua, sangat mudah terbakar," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo. Mulyono menegaskan bahwa kondisi vegetasi yang sangat kering membuat percikan api sekecil apa pun berpotensi memicu kebakaran hebat yang menyebar dengan cepat.

"Daerah itu sangat mudah terbakar karena beberapa hari tidak ada hujan dan kondisi cuacanya mendukung. Kalau terjadi pembakaran, api akan mudah menyebar," ujarnya. BMKG memprediksi kondisi kemarau ini masih akan bertahan hingga akhir Oktober dengan peluang hujan yang sangat minim dan hanya terjadi secara lokal di titik-titik tertentu. Selain tingginya potensi kebakaran, pergerakan arah angin yang didominasi dari selatan, tenggara, hingga timur turut menjadi ancaman serius bagi kualitas udara di pusat kota.

"Kemarau kita prediksi sampai akhir Oktober. Hujan masih ada, tetapi sangat kecil, hanya spot-spot. Kalau kebakaran hutan dan lahan banyak di daerah selatan, kemungkinan besar asapnya akan terbawa ke Kota Sampit. Itu yang kita takutkan," tegas Mulyono.

Meski hingga saat ini jarak pandang di Kota Sampit dilaporkan masih aman, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh dan tidak melakukan pembakaran lahan demi mencegah munculnya bencana kabut asap. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kotim