Kota Palangka Raya Terancam Dikepung Karhutla, Titik Api Tersebar di Tujuh Wilayah Kelurahan

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 12:00 WIB
Salah satu kawasan lahan yang terbakar di sekitar Kota Palangka Raya saat dilakukan pendinginan oleh tim gabungan, baru-baru tadi. (istimewa/BPBD Palangka Raya)
Salah satu kawasan lahan yang terbakar di sekitar Kota Palangka Raya saat dilakukan pendinginan oleh tim gabungan, baru-baru tadi. (istimewa/BPBD Palangka Raya)

PROKAL.CO- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya semakin mengkhawatirkan seiring bertambahnya titik api di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 13 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 4,79 hektare. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), sebaran titik api terdeteksi di beberapa kawasan strategis, mencakup Kelurahan Bukit Tunggal, Menteng, Kalampangan, Bereng Bengkel, Marang, hingga Petuk Katimpun.

Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, menjelaskan bahwa tim gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman dan pemantauan di titik-titik yang berhasil dikuasai, seperti di Jalan Alam Lestari, Jalan Gustaf Erang, Jalan Kahuripan Ujung, Jalan Tjilik Riwut Km 23, serta kawasan belakang Pesantren Hasanka hingga Jalan Danau Rangas. Kendati demikian, petugas darat masih terus berjibaku menaklukkan kobaran api di lokasi prioritas lain, termasuk kawasan Lingkar Luar Jalan Mahir Mahar yang menjadi area terdampak terluas mencapai 1,99 hektare. Proses pemadaman di area seperti Jalan G. Obos Lanjutan juga menghadapi tantangan berat akibat akses menuju lokasi yang jauh dan sulit dijangkau.

Meski medan pertempuran di lapangan relatif sulit, Balap memastikan hingga saat ini belum ada korban jiwa maupun gangguan pada sektor pendidikan dan kesehatan. Untuk mencegah situasi makin memburuk, BPBD bersama tim gabungan mengintensifkan patroli, pembasahan lahan, serta memperkuat koordinasi lintas instansi sambil mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat kemunculan titik api baru.

Antisipasi dampak karhutla ini turut mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif dan kepolisian. Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo, mengingatkan ancaman penurunan kualitas udara menjadi tidak sehat jika kebakaran terus meluas di puncak musim kemarau. Ia mendesak pemerintah daerah memperkuat pencegahan berbasis masyarakat hingga tingkat RT/RW, memastikan kesiapan logistik dan alat pelindung diri bagi petugas, serta mengoptimalkan patroli terpadu darat dan udara. Senada dengan hal tersebut, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi menginstruksikan Satgas Preemtif Operasi Bina Karuna untuk gencar mengedukasi warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, menekankan bahwa sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci utama menjaga lingkungan Palangka Raya tetap aman. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Radar Sampit
palangka raya palangkaraya