Skenario Berdarah Penggerebekan di Tumbang Kalemei: Teriak 'Perampok' Memicu Pembantaian 3 Polisi, 13 Orang Jadi Tersangka

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 07:51 WIB
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan memimpin rilis tragedi gugurnya 3 polisi di Desa Tumbang Kalemei.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan memimpin rilis tragedi gugurnya 3 polisi di Desa Tumbang Kalemei.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)

PALANGKA RAYA — Tabir kelam yang menyelimuti tragedi gugurnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, akhirnya diungkap secara rinci oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Polda Kalteng secara resmi menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam babak penyergapan narkoba yang berujung pada pembunuhan berencana tersebut.

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, memimpin langsung rilis pengungkapan kasus yang menggegerkan publik tersebut. Ia membeberkan bahwa sembilan tersangka telah berhasil ditangkap dan mendekam di sel tahanan, sedangkan empat pelaku lainnya resmi dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan kini tengah diburu tim gabungan.

Kesembilan tersangka yang berhasil diringkus masing-masing berinisial N, IM alias R, S alias A, ML, AR alias Y, I, B, R, dan P. Sementara empat buronan yang masih berkeliaran dan terus dilacak keberadaannya adalah I, P, P, dan D.

"Ada sembilan tersangka yang sudah ditahan. Sementara empat orang lainnya masih dalam pencarian intensif," tegas Irjen Pol Iwan Kurniawan kepada awak media.

Kapolda menjabarkan bahwa tragedi berdarah ini bermula dari operasi penggerebekan narkoba pada awal Juli. Tim Satresnarkoba bergerak menuju kediaman tersangka B di Desa Tumbang Kalemei setelah mendapat informasi masuknya pasokan sabu seberat 1 kilogram. Saat petugas berhasil mengamankan B bersama seorang wanita berinisial D beserta barang bukti sabu, situasi mendadak berubah menjadi mencekam.

Provokasi mematikan bermula ketika seorang wanita dari dalam kamar mendadak berteriak histeris menuding petugas sebagai perampok. Teriakan tersebut memicu kedatangan sekelompok pria bersenjata tajam yang dipimpin oleh T (yang belakangan tewas). Tanpa mengindahkan identitas petugas, kelompok tersebut secara brutal menyerang Kasatresnarkoba dan para anggota menggunakan parang, kapak, hingga senapan angin.

Meski sempat berupaya menangkis dan memerintahkan pasukan untuk mundur menyelamatkan diri ke arah sungai, gelombang penyerangan yang masif dan terencana itu akhirnya merenggut nyawa tiga personel kepolisian di lokasi kejadian.

Selain memproses pasal pembunuhan berencana, penyidik juga menjerat B serta beberapa tersangka lain dengan pasal berlapis terkait jaringan peredaran gelap narkotika. Sejumlah barang bukti vital seperti perahu kecil, senapan angin, senjata tajam, balok kayu, rekaman CCTV, hingga amunisi gotri kini disita guna memperkuat pembuktian di persidangan. (*)

 

 

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
tumbang kalemei kalteng