SAMPIT – Warga di sekitar Jalan Haji Imran, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, dikagetkan oleh aksi nekat seorang wanita muda yang memanjat menara pemancar Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Satuan Transmisi Sampit, Jumat (7/8/2026) pagi. Wanita tersebut diduga kuat mengalami depresi akibat beban keluarga yang dipikulnya.
Aksi berbahaya ini sempat menggegerkan warga sekitar yang menyaksikannya berada di ketinggian menara. Beruntung, upaya penyelamatan yang dilakukan oleh warga bersama aparat keamanan berhasil membujuk korban untuk turun setelah ia memanjat setinggi delapan meter dari permukaan tanah. Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan dan membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Setelah berhasil diturunkan dengan aman, wanita kelahiran tahun 1987 itu segera diamankan ke Markas Polsek Ketapang. Langkah ini diambil untuk memberikan penanganan awal serta memastikan kondisi psikologisnya dalam keadaan stabil. "Motif sementara diduga karena beban keluarga," ujar Kapolsek Ketapang AKP Anis, mewakili Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Resky Maulana Zulkarnain.
Dugaan depresi semakin menguat berdasarkan kesaksian warga yang terlibat dalam proses evakuasi. Saat dibujuk untuk turun, wanita tersebut terlihat emosional, beberapa kali menangis, dan berbicara tidak menentu ketika diajak berkomunikasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sehari-hari bekerja sebagai seorang pengasuh anak. Usai mendapatkan penanganan dan pemeriksaan awal di Polsek Ketapang, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa korban kini telah meninggalkan Mapolsek.
"Sekarang sudah dijemput sama tempat dia bekerja selaku pengasuh anak," kata AKP Anis mengonfirmasi kepulangan korban.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan masyarakat, terutama bagi mereka yang menghadapi tekanan hidup berat agar tidak mengambil tindakan nekat yang membahayakan nyawa. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co