Kabut Asap Pekat di Sampit, Satlantas Polres Kotim: Jangan Ngebut dan Wajib Pakai Masker

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 09:45 WIB
Kabut asap di sekitar Jalan Tjilik Riwut, kawasan Terowongan Nur Mentaya, Sabtu pagi (8/8/2026). Tampak pengendara melintas menggunakan masker menghindari dampak kabut asap. (Usay Nor Rahmad /Radar Sampit)
Kabut asap di sekitar Jalan Tjilik Riwut, kawasan Terowongan Nur Mentaya, Sabtu pagi (8/8/2026). Tampak pengendara melintas menggunakan masker menghindari dampak kabut asap. (Usay Nor Rahmad /Radar Sampit)

 
SAMPIT — Kabut asap pekat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kian mengepung dan menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa hari terakhir. Serangan asap ini paling dirasakan dampaknya pada pagi hari, ketika jarak pandang para pengguna jalan merosot tajam dan mengintai keselamatan berkendara.

Pemandangan seperti di sekitar Jalan Tjilik Riwut dan kawasan landmark Terowongan Nur Mentaya memperlihatkan terbatasnya pandangan pengendara yang terpaksa menembus asap pekat. Menyikapi situasi bahaya tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotim langsung membunyikan alarm kewaspadaan tinggi.

Kasat Lantas Polres Kotim, AKP Hariyanto, meminta para pengguna jalan—khususnya para pengendara sepeda motor—untuk menahan diri dan tidak memaksakan melaju dengan kecepatan tinggi saat menembus kepulan asap.

“Saya minta kepada sahabat lalu lintas untuk tetap mengutamakan keselamatan pada saat berkendara di jalan raya. Saat ini kadang-kadang asap masuk ke dalam kota, sehingga pengendara harus tetap berhati-hati,” imbau Hariyanto.Selain menyoroti potensi bahaya kecelakaan lalu lintas akibat jarak pandang serba terbatas, kepolisian juga mengingatkan ancaman serius terhadap kesehatan warga. Paparan ISPA dan gangguan pernapasan kini mengintai siapa saja yang beraktivitas di ruang terbuka.

Hariyanto meminta masyarakat untuk membentengi diri dengan selalu menggunakan masker medis atau pelindung pernapasan ketika terpaksa keluar rumah.

“Jangan lupa juga, jika perlu menggunakan alat kesehatan berupa masker untuk menghindari hal-hal yang bisa mengganggu kesehatan,” tegasnya. Tak berhenti di situ, Satlantas Polres Kotim bahkan menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan untuk menunda bepergian jika tidak ada urusan mendesak, terutama pada saat kabut asap sedang berada di titik terpekat.

Langkah ini dinilai menjadi pilihan paling aman untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meminimalisasi risiko paparan racun asap karhutla secara langsung. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kabut asap