Ancaman Baru Karhutla Kalteng: Titik Api Muncul di Kahayan Tengah, Jalur SUTET Tumbang Nusa Terancam

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Pantauan dari udara salah satu titik api Karhutla yang baru di kawasan Kecamatan kahayan tengah, kabupaten Pulang Pisau.(Rifqi/Kalteng Pos)
Pantauan dari udara salah satu titik api Karhutla yang baru di kawasan Kecamatan kahayan tengah, kabupaten Pulang Pisau.(Rifqi/Kalteng Pos)

 

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil pemantauan patroli udara menggunakan helikopter Bell 206 registrasi PK-FBH, petugas mendeteksi kemunculan titik api baru yang mengeluarkan asap tebal di kawasan Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, serta titik api aktif di beberapa kabupaten tetangga.

Pilot Helikopter Bell 206 L3 PT Fly Bali Indoaviasi, Capt. Falah, mengungkapkan bahwa patroli udara secara komprehensif terus dilakukan untuk menyisir pergerakan karhutla di Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, hingga Barito Selatan. Di Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, asap tebal masih menyelimuti area seluas 10 hektare dengan jarak pandang merosot hingga di bawah 1.000 meter.

"Dari udara kami juga melihat tim Satgas darat sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Kondisi angin yang cukup tenang membuat asap tidak bergerak jauh, tetapi justru naik ke atas sehingga menyebabkan jarak pandang terbatas," ujar Falah terkait pengamatan udaranya.

Kondisi tak kalah krusial terlihat di Desa Tanjung Taruna dan Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Pulang Pisau. Di kawasan tersebut, kobaran api menyasar area seluas 15 hektare dan mulai mendekati bahu jalan raya serta jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Wilayah Jabiren Raya sendiri menjadi fokus penanganan utama lantaran helikopter water bombing telah intensif dikerahkan selama dua pekan terakhir.

Ancaman baru justru terdeteksi saat helikopter patroli hendak kembali menuju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Tim memantau munculnya titik api baru (firespot) yang membakar sekitar 2 hektare lahan hutan di kawasan Kecamatan Kahayan Tengah.

"Lokasi ini memerlukan perhatian khusus karena merupakan hotspot dan firespot baru yang telah kami laporkan kepada Satgas untuk segera ditindaklanjuti," tegas Falah. Ia menambahkan bahwa titik api anyar ini berpotensi besar meluas jika tidak langsung diisolasi oleh tim pemadam.

Selain itu, kepulan asap tebal juga masih teramati di Kecamatan Mantangai seluas 5 hektare dan kawasan pertambangan emas di Kapuas Tengah seluas 3 hektare. Kendati demikian, beberapa wilayah seperti Kecamatan Dadahup, Dusun Hilir, serta Karau Kuala dilaporkan mulai steril dari titik api aktif.

Guna merespons munculnya titik-titik api baru tersebut, Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalteng langsung mengambil langkah cepat dengan menerjunkan 60 personel gabungan dari lima regu Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), meliputi KPH Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur, Seruyan, dan Gunung Mas.

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, menegaskan bahwa penambahan personel dari daerah yang minim karhutla ini difokuskan untuk memperkuat pemadaman darat, khususnya di zona merah Tumbang Nusa dan sekitarnya.

"Kita ada lima regu yang terus berada di lapangan. Tidak ada lagi yang siaga di kantor," tegas Agustan. Sinergi antara pemadaman darat dan operasi water bombing dari udara kini terus dipacu guna mencegah kepungan asap karhutla semakin meluas di Kalimantan Tengah. (rif/jpg)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kalteng karhutla