Kebakaran Kantor Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran Meradang Hydrant Ngadat

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:29 WIB
Kebakaran Kantor Kesra Kompoleks Gubernur Kalteng.(FB/Udien Kantoex)
Kebakaran Kantor Kesra Kompoleks Gubernur Kalteng.(FB/Udien Kantoex)

PALANGKA RAYA – Dini hari mencekam di kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah mendadak berubah jadi sorotan tajam. Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran mendatangi langsung lokasi musibah untuk melihat kondisi gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah yang ludes dilahap si jago merah pada Rabu (12/8/2026) dini hari.

Di tengah puing-puing bangunan yang masih mengepulkan asap, raut kekecewaan tak mampu disembunyikan oleh orang nomor satu di Kalteng tersebut. Agustiar dibuat naik pitam ketika mengetahui fasilitas penanggulangan kebakaran di area kantornya sendiri justru tidak berfungsi optimal saat dibutuhkan petugas.

"Ini tidak jalan hydrant saluran air," cetus Agustiar Sabran dengan nada kesal sambil menunjuk langsung ke arah pompa air yang tak memancarkan air di lokasi kejadian. Keberadaan sumber air yang sangat terbatas akibat macetnya hydrant tersebut dinilai makin menyulitkan kerja keras belasan armada pemadam kebakaran, baik milik pemerintah maupun tim swakarsa, yang berpacu dengan waktu memadamkan api yang berkobar hebat dari lantai dua sejak pukul 02.10 WIB.

Baca Juga: Kantor Gubernur Kalteng Terbakar Dini Hari: Gedung Biro Kesra Ludes

Menanggapi kelalaian fatal ini, Agustiar menegaskan bakal melakukan evaluasi total terhadap seluruh sistem keamanan dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan Pemprov Kalteng. Ia meminta seluruh jajarannya untuk tidak meremehkan perawatan sarana dan prasarana vital.

"Pihak kita akan melakukan evaluasi terkait pengamanan di kantor. Pencegahan dan sarana prasarana harus dipastikan dalam kondisi baik. Harusnya diantisipasi, dihidupkan hydrant-nya. Minimal untuk jaga-jaga," tegas Agustiar di hadapan para awak media.

Meski hampir seluruh ruangan Biro Kesra—yang juga difungsikan sebagai Sekretariat Tim Pengendali Inflasi Daerah—hangus tak tersisa, Agustiar memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tidak boleh terhenti sedikit pun. Pihaknya bergerak cepat menyiapkan skema pemindahan tempat operasional kerja para pegawai.

"Untuk pelayanan kepada masyarakat akan kita pindahkan tempatnya. Pelayanan harus terus berjalan. Ya harus berjalan lah, masa makan tidur saja," seloroh Agustiar menegaskan komitmen kerjanya. Hingga saat ini, proses pendinginan telah selesai dilakukan dan penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan kepolisian. Namun, peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi manajemen fasilitas di kompleks perkantoran pemerintahan daerah. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kalteng