Tragis! Lagi Diperbaiki, Ekskavator Miliaran Rupiah Milik Pemkab Kotim Ludes Terbakar

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:15 WIB
Ekskavator milik Pemkab Kotim terbakar.(Warga)
Ekskavator milik Pemkab Kotim terbakar.(Warga)

SAMPIT — Musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menerjang wilayah Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memakan korban tak terduga. Satu unit ekskavator milik pemerintah daerah ludes dilalap si jago merah dalam kondisi yang terbilang ironis—alat berat tersebut terbakar saat terparkir 'buntung' tanpa mesin karena sedang menjalani perbaikan. Tanpa adanya mesin yang terpasang, armada alat berat tersebut kehilangan kemampuan untuk berpindah tempat saat kobaran api Karhutla merambat mendekati area peristirahatannya.

Mesin Dikirim ke Bengkel, Ekskavator Tak Bisa Digerakkan

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady, mengonfirmasi bahwa unit yang terbakar merupakan aset daerah yang ditempatkan melalui program penyediaan alat berat di tingkat kecamatan. Pihaknya kini tengah mengumpulkan keterangan dari para petugas lapangan guna memastikan kronologi pasti insiden tersebut.

"Informasi kebakarannya kami terima Senin. Setelah dilakukan pengecekan, kami akan meminta keterangan PPL yang mengetahui kondisi di lokasi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi," kata Yephi Hartady.

Ia menjelaskan bahwa alat berat tersebut bukannya dibiarkan tanpa pengawasan. Namun, kerusakan teknis yang dialami membuat proses evakuasi darurat mustahil dilakukan saat api mengepung. "Ekskavator itu memang sedang tidak beroperasi. Bagian mesinnya sudah dilepas dan dikirim ke bengkel, jadi alat beratnya tidak memungkinkan untuk digerakkan. Penjagaan sebenarnya ada. Persoalannya, alat dalam keadaan rusak sehingga saat api mendekat tidak bisa segera dipindahkan dari lokasi," jelajah Yephi.

Terkait pemicu awal jatuhnya percikan api ke badan ekskavator, pihak dinas memilih untuk tidak berspekulasi sebelum mengantongi laporan utuh dari tim investigasi lapangan.

"Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Keterangan dari petugas di lapangan akan kami kumpulkan supaya kejadian ini bisa diketahui secara jelas," tambahnya. Kondisi senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Ramban, Umbung. Ia membenarkan bahwa ekskavator tersebut berada di lokasi dalam rangka memenuhi permohonan peminjaman oleh warga setempat untuk pengerjaan lahan sebelum akhirnya mengalami kendala mesin.

"Memang aset pemerintah daerah. Untuk bagaimana awalnya sampai terbakar, kami belum mengetahui secara pasti. Selama dipinjam memang ada warga yang mengawasi alat tersebut," ujar Umbung.

Proses penyelamatan aset bernilai tinggi ini berubah menjadi sangat rumit lantaran lidah api membakar area sekitarnya dengan sangat cepat. Rekaman amatir yang beredar memperlihatkan badan ekskavator yang terisolasi di tengah kepulan asap hitam pekat. Pemerintah Kabupaten Kotim kini masih menanti hasil investigasi final untuk memastikan apakah aset daerah tersebut murni terbakar akibat paparan rambatan Karhutla atau ada faktor pemicu lainnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Kalteng Pos
kalteng