Tembus 8.175 Orang, Angka Pengangguran di Palangka Raya Jadi Sorotan Serius

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:20 WIB
Ilustrasi pengangguran
Ilustrasi pengangguran

 
PALANGKA RAYA — Tingginya angka pengangguran di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah memicu perhatian serius dari kalangan legislatif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Kota Palangka Raya tercatat mencapai 8.175 orang.

Menanggapi data tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, mendesak Pemerintah Kota Palangka Raya untuk bergerak lebih cepat dan aktif menciptakan peluang kerja baru melalui ekspansi kegiatan usaha di berbagai sektor penopang ekonomi.

"Memang belum tentu ini warga asli Kota Palangka Raya, tetapi ini tetap harus disikapi karena berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi daerah," tegas Jati Asmoro. Politikus Partai Gerindra ini menilai perlunya langkah konkrit dan terukur agar angka pencari kerja dapat terserap secara optimal. Salah satu strategi utamanya adalah dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan pihak swasta.

"Perkembangan dunia usaha harus dibarengi dengan upaya membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas. Pemerintah dan sektor swasta perlu bekerja sama agar peluang kerja semakin banyak," paparnya.

Selain mengandalkan kemitraan swasta, Jati Asmoro menyoroti peran vital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai benteng pertahanan ekonomi daerah yang sangat potensial dalam menampung tenaga kerja lokal.  "Potensi ekonomi daerah harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sektor-sektor usaha yang berkembang seperti pariwisata, kuliner, UMKM, perbengkelan, hingga biro perjalanan dapat menjadi sumber lapangan kerja baru bagi masyarakat," pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
pengangguran