Kewalahan Padamkan Karhutla di Kotim, Bupati Sentil Warga: "Jangan Cuma Jadi Penonton!"

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:15 WIB
Pemadam tidur di semak-semak lantaran kelelahan memadamkan karhutla di Kotim.(BPBD)
Pemadam tidur di semak-semak lantaran kelelahan memadamkan karhutla di Kotim.(BPBD)

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kian mengkhawatirkan. Maraknya titik api di kawasan perkotaan yang bertambah setiap hari membuat petugas pemadam kewalahan hingga harus tidur di semak-semak akibat kelelahan.

Guna mengatasi kondisi darurat ini, Bupati Kotim Halikinnor mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terjun langsung membantu operasi pemadaman dan menyuplai kebutuhan air.

"Yang di sekitar kota saja titiknya bertambah setiap hari dan pihak pemadam hampir kewalahan. Untuk itu saya kerahkan semua OPD. Mobil pemadam fokus menyemprot, sementara armada OPD yang bertugas menyuplai air agar pemadaman efektif," tegas Halikinnor.

Strategi pengerahan armada secara masif ini diutamakan untuk menyelamatkan kawasan permukiman warga dari serbuan api. Namun, di tengah perjuangan keras petugas dan relawan, Halikinnor menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang terkesan acuh tak acuh.

"Banyak laporan masyarakat hanya menonton, seolah pemadaman itu tanggung jawab pemerintah saja. Tidak seperti itu. Dampak karhutla ini dirasakan semua orang, mulai dari masalah kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga ekonomi," ujar Halikinnor.

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat, dunia usaha, serta jajaran TNI-Polri untuk memperkuat semangat gotong royong sesuai filosofi Huma Betang dalam menanggulangi bahaya karhutla.

Selain pemadaman, Pemkab Kotim juga menjamin ketersediaan air bersih bagi warga terdampak dengan armada dan tangki khusus yang terpisah dari operasi pemadaman. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kotim