Tak Terkendali, Karhutla Kotim Makin Kritis Tembus 1.300 Hektare

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:24 WIB
Karhutla di Kotim.
Karhutla di Kotim.

SAMPIT – Amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalteng kian tak terkendali. Parahnya situasi di lapangan memaksa Pemerintah Kabupaten Kotim mengambil keputusan berat untuk menunda gelaran Pawai Pembangunan dalam rangka HUT RI ke-81 demi memfokuskan seluruh sumber daya pada penanganan bencana.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat, hingga 17 Agustus 2026, luasan lahan terbakar yang berhasil ditangani telah menembus 1.317 hektare. Tim gabungan bahkan menerima hingga 30 laporan kebakaran per hari melalui hotline darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengakui bahwa kondisi karhutla tahun ini jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Petugas tidak hanya menghadapi sebaran titik api yang masif, tetapi juga krisis air akibat mengeringnya embung-embung penampungan.

“Kami di 2023 tidak sampai begini. Tapi di 2026 ini memang sangat luar biasa. Sumber air terakhir di embung-embung sudah mulai mengering dan kualitas airnya pekat bercampur lumpur,” ungkap Multazam.

Selain ancaman kekeringan air, karakter kebakaran lahan gambut menjadi tantangan berat yang menguras stamina 138 personel di lapangan. Pemadaman di satu titik gambut bahkan bisa memakan waktu hingga 9 jam arung guna memastikan bara api bawah tanah benar-benar padam.

Guna menopang operasional penanganan bencana yang menelan biaya besar, Pemkab Kotim telah menyiapkan alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp7 miliar. BPBD juga merancang pemanfaatan sungai besar seperti Sungai Mentaya menggunakan pompa kapasitas tinggi untuk mengatasi kelangkaan pasokan air pemadam. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
karhutla kotim