SAMPIT — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus mengamuk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berdampak serius terhadap keberlangsungan satwa liar yang dilindungi. Seekor orangutan terekam kamera warga tengah berada di lahan perkebunan milik penduduk di Jalur 2, Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, saat maraknya aktivitas kebakaran di wilayah tersebut.
Dalam rekaman video yang diterima Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, primata bertubuh besar itu terlihat menembus areal perkebunan dan merusak tanaman sawit muda untuk memakan bagian umbutnya demi bertahan hidup.
Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengonfirmasi laporan kemunculan orangutan tersebut. Meski lokasi munculnya satwa berjarak dari titik api utama di Jalur 7, pihak BKSDA tetap mengawasi pergerakannya secara intensif.
"Orangutannya terlihat di Jalur 2 Desa Bapanggang, sedangkan kebakaran yang terjadi waktu itu berada di Jalur 7. Jadi lokasinya berbeda. Setelah terlihat waktu itu, sampai sekarang orangutannya belum kembali ditemukan di lokasi tersebut," ujar Muriansyah.
Guna mengantisipasi terjadinya interaksi negatif yang memicu konflik antara manusia dan satwa liar, BKSDA Pos Sampit menjalin koordinasi ketat dengan warga sekitar untuk memantau pergerakan orangutan yang diduga tengah mencari ruang jelajah baru tersebut.
Di saat yang bersamaan, BKSDA Pos Sampit juga menerima aduan terpisah dari warga Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, terkait pengrusakan tanaman sawit muda yang diduga kuat akibat ulah beruang madu.
Atas maraknya kemunculan satwa yang terdesak ke permukiman dan perkebunan warga akibat kemarau serta karhutla, BKSDA mengimbau keras masyarakat agar tidak mengambil tindakan sepihak seperti menangkap, melukai, atau mengusir satwa-satwa dilindungi tersebut secara mandiri. (*)
Sumber : prokal.co