Sampit Dikepung Kabut Asap Pekat Karhutla: Kualitas Udara Kotim Berada di Level Berbahaya!

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Kabut asap menutupi tulisan selamat datang di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

Kabut asap menutupi tulisan selamat datang di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 

SAMPIT – Kualitas udara di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendadak berada pada kondisi paling kritis. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) via aplikasi ISPUNet pada Jumat (28/8/2026) pagi, kualitas udara di wilayah tersebut resmi menembus status hitam alias level berbahaya.

Pantauan data konsentrasi partikel debu halus PM2,5 pada pukul 07.00 WIB mencatatkan angka ISPU melonjak tinggi hingga menyentuh 338. Pekatnya pencemaran udara ini merupakan imbas langsung dari bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih marak melalap wilayah Kotim. Kabut asap tipis diketahui sudah mulai menyelimuti wilayah kota sejak sore hari dan kian menebal saat malam hingga pagi.

Kondisi ini berbalik memprihatinkan jika dibandingkan dengan prakiraan cuaca fisik. BMKG Kotim mencatat cuaca pagi sejatinya relatif cerah berawan dengan suhu udara 23,1 derajat Celsius, kelembapan 94 persen, serta jarak pandang sekitar 7 kilometer. Namun, tingginya angka ISPU mengonfirmasi bahwa kandungan partikel beracun di udara sudah berada dalam tingkat yang mengancam kesehatan.

Menanggapi situasi darurat ini, otoritas terkait mengimbau keras seluruh masyarakat Kotim untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diharuskan mengenakan masker standar guna mengurangi risiko paparan partikel halus yang dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan kesehatan serius lainnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Kalteng Pos
sampit