Kadisdik Kalteng Sempat Menolak Liburkan Sekolah Demi Dapur MBG dan Kantin, Gubernur Turun Tangan

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 12:15 WIB
Zoom meeting Kadisdik Kalteng viral.(Screenshoot)
Zoom meeting Kadisdik Kalteng viral.(Screenshoot)

 
PALANGKA RAYA — Sebuah rekaman video Zoom meeting yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kadisdik Kalteng), M. Reza Prabowo, mendadak viral dan memicu sorotan publik. Dalam rekaman yang beredar luas tersebut, Reza secara terbuka menyatakan keberatannya untuk meliburkan sekolah atau menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Reza mengkhawatirkan kebijakan meliburkan sekolah akan membawa dampak berantai bagi roda perekonomian mikro di lingkungan sekolah. Salah satu alasan utamanya adalah keberlangsungan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pendapatan para pedagang kantin yang terancam mati suri jika para siswa belajar dari rumah. Tak hanya itu, ia juga menilai anak-anak berpotensi tetap keluar rumah dan nongkrong di kafe-kafe jika sekolah diliburkan.

Sebagai kompromi atas situasi tersebut, Disdik Kalteng awalnya hanya berencana mengeluarkan surat edaran penyesuaian jam masuk sekolah menjadi pukul 08.00 WIB. Reza sempat mengeluhkan rumitnya koordinasi serta potensi komplain dari para orang tua murid jika opsi meliburkan sekolah diambil.

Namun, gelombang reaksi publik usai beredarnya rekaman viral tersebut membuat pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat. Gubernur Kalteng akhirnya turun tangan dengan menerbitkan Surat Edaran resmi terkait Penyelenggaraan Layanan Pendidikan Pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Karhutla.  Keputusan tegas pun diambil melalui edaran tersebut. Pemerintah Provinsi Kalteng resmi memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah di wilayah terdampak karhutla. Melalui kebijakan anyar ini, para orang tua diimbau secara ketat untuk mendampingi serta memastikan anak-anak tetap berada di rumah selama proses belajar daring. Pelaksanaan PJJ ini nantinya akan terus dievaluasi secara berkala setiap tiga hari sekali sesuai perkembangan kondisi kualitas udara di lapangan. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Mbg kalteng