Riam Durian Dilanda Kekeringan, Pemkab Kobar Turunkan Bantuan Air Lewat Perumdam

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 22:02 WIB
KEKERINGAN: Warga Dusun Despot, Desa Riam Durian saat membuat penampungan sementara untuk suplai air dari Perumdam Tirta Mentaya. (Slamet Harmoko/Prokal.co)
KEKERINGAN: Warga Dusun Despot, Desa Riam Durian saat membuat penampungan sementara untuk suplai air dari Perumdam Tirta Mentaya. (Slamet Harmoko/Prokal.co)

 

KOTAWARINGIN BARAT, Prokal.co – Kekeringan mulai dirasakan masyarakat Despot di Desa Riam Durian, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng  

Kondisi kemarau panjang membuat sejumlah sumber air warga mulai mengering sehingga sebagian masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah mengarahkan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Arut untuk melakukan suplai air bersih ke wilayah Riam Durian dan sekitarnya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama berlangsungnya musim kemarau.

Direktur Perumdam Tirta Arut Pangkalan Bun, Sapriansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan sementara dengan menyediakan penampungan air di lahan yang direncanakan menjadi lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Riam Durian.

Air yang digunakan memanfaatkan air baku hasil perawatan berkala Intake Baru Kotawaringin Lama.

“Kita sudah menyuplai untuk kebutuhan masyarakat Riam Durian atas arahan Bupati. Harapan kami ini bisa membantu masyarakat di tengah kemarau panjang ini,” ungkap Sapriansyah.

Selain menyuplai air bersih bagi masyarakat, Perumdam Tirta Arut juga melakukan pengantaran air untuk mendukung kebutuhan di posko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di Kilometer 15 Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama.

Suplai tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya penanganan karhutla yang masih berlangsung di wilayah Kobar.

Sapriansyah menambahkan, seluruh potensi yang dimiliki di Kabupaten Kotawaringin Barat saat ini terus dikerahkan secara maksimal untuk menghadapi dampak kemarau sekaligus mendukung penanganan karhutla.

Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan dukungan terhadap petugas di lapangan diharapkan dapat membantu menghadapi kondisi kemarau panjang yang terjadi saat ini.

Kepala dusun Makarti jaya, despot desa Riam Durian, Nurkhasanah membenarkan kondisi tersebut, kekeringan menyebabkan masyarakat harus keluar uang lebih banyak karena karena harus membeli air hingga Rp 100 ribu per Tower ukuran 1.200. 

Sebelumnya masyarakat memanfaatkan embung desa tetapi akhirnya embung pun tak mampu saat ini.

"Alhamdulillah kami berterimakasih atas bantuan dari pemkab Kobar melalui PDAM, air bersih ini sangat membantu masyarakat," pungkasnya. (sam)

Editor : Slamet Harmoko
Despot riam durian Perumdam Tirta Mentaya kobar kekeringan