Perang Lawan Asap Belum Usai! Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla Palangka Raya

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:35 WIB
Penanganan kebakaran lahan yang mendekati salah satu fasilitas pendidikan di Kota Palangka Raya, baru-baru tadi. (dodi/radarsampit)
Penanganan kebakaran lahan yang mendekati salah satu fasilitas pendidikan di Kota Palangka Raya, baru-baru tadi. (dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA — Ancamam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih membayangi Kota Palangka Raya. Tim gabungan yang terdiri dari Dalkarhutla Dishut Kalteng, TNI, Polri, Emergency Response Palangka Raya (ERP), hingga TSAK Kereng Bangkirai terpaksa bertarung ekstra keras menembus berbagai rintangan demi memadamkan si jago merah yang mengamuk di sejumlah wilayah.

Aksi pemadaman sengit tecatat berlangsung di Jalan Saluang (Kelurahan Marang), Jalan Danum Bahandang (Kelurahan Kereng Bangkirai), kawasan Perupuk Tunggal (Kelurahan Sabaru), serta Jalan Menteng XII (Kelurahan Menteng).

Di Jalan Saluang, lahan gambut seluas 1,61 hektare yang dipenuhi ilalang, pohon tumih, dan geronggang ludes terbakar. Petugas harus mengerahkan truk tangki water supply berkapasitas 5.000 liter, mobil slip on, serta mesin pompa. Meski api permukaan berhasil dijinakkan, kepulan asap tebal masih terus muncul dari dalam perut bumi gambut.

Kondisi tak kalah pelik terjadi di Jalan Danum Bahandang. Meski luas area yang terbakar sekitar 0,05 hektare, pergerakan api sangat cepat menjalar di antara akasia dan pakis-pakisan. Di lokasi ini, petugas berhadapan dengan musuh klasik: keterbatasan sumber air.

Tantangan paling ekstrem tersaji di kawasan Perupuk Tunggal. Akibat akses darat yang terputus total, tim pemadam terpaksa mengarungi perairan menggunakan dua unit perahu kelotok guna memobilisasi personel dan membawa mesin pompa ke titik api. Memanfaatkan air parit terdekat, area terbakar seluas 0,15 hektare akhirnya berhasil diisolasi.

Bara Dalam Gambut: Pendinginan Jadi Kunci Utama

Sementara itu, di Jalan Menteng XII, lahan gambut seluas 2.116,7 meter persegi juga tak luput dari serbuan api. Padal Tim Patroli Pemadaman Karhutla Polresta Palangka Raya Regu 7, Iptu Siswanto, mengungkapkan bahwa menyiram api permukaan saja tidak akan pernah cukup untuk lahan gambut.

“Setelah api berhasil dipadamkan, kami melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan bara dan titik panas benar-benar terkendali. Personel juga terus memantau kondisi lahan agar tidak kembali muncul titik api,” tegas Siswanto.

Penyiraman intensif menggunakan mesin Alkon dan memanfaatkan kolam warga sekitar sejauh 50 meter terus dilakukan. Pasalnya, karakter tanah gambut menyimpan bahaya tersembunyi—bara api sanggup bertahan lama di bawah permukaan tanah dan sewaktu-waktu bisa kembali membakar pepohonan seperti purun danau, rasau, hingga blangiran.

Menanggapi situasi yang kian menguras tenaga personel ini, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Agustan Saining, memastikan seluruh pasukan Dalkarhutla tetap dalam siaga satu. “Petugas di lapangan terus melakukan pemadaman sekaligus pendinginan. Yang paling penting api jangan sampai menjalar lebih luas, terutama di lahan gambut yang penanganannya membutuhkan perhatian lebih,” ungkap Agustan.

Ia menambahkan, variasi medan—mulai dari sulitnya akses masuk, rapatnya vegetasi, hingga langkahnya pasokan air—menuntut metode penanganan yang fleksibel di setiap titik. “Kolaborasi di lapangan sangat penting. Dengan keterlibatan bersama, pemadaman bisa dilakukan lebih cepat dan penjalaran api dapat dibatasi,” pungkasnya. (daq/gus)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kalteng