Akhir Penantian Dua Bulan, Hujan Siram Sampit dan Harapan Asap Karhutla Segera Mereda

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:47 WIB
Hujan mengguyur di Sampit.(Screenshoot oleh warga @abdirahmanan)
Hujan mengguyur di Sampit.(Screenshoot oleh warga @abdirahmanan)
 

SAMPIT — Rasa lega akhirnya menghampiri warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Setelah kurang lebih dua bulan dilanda kekeringan ekstrem, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akhirnya mengguyur sejumlah wilayah, termasuk Kota Sampit, pada Senin (7/9/2026) siang.

Turunnya hujan ini menjadi momen yang sangat dinantikan masyarakat di tengah pekatnya ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memburuk beberapa pekan terakhir.

Rudi (35), salah seorang warga Sampit, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya saat melihat guyuran air hujan mulai membasahi jalanan dan pekarangan rumahnya.

“Sudah lama sekali tidak hujan seperti ini. Hampir dua bulan rasanya. Semoga hujan ini bisa membantu mengurangi asap karena beberapa hari terakhir udara terasa tidak enak untuk bernapas,” tutur Rudi.

Ia berharap presipitasi ini tidak hanya membersihkan partikel debu dan asap di udara, tetapi juga efektif memadamkan titik-titik api (hotspot) pada lahan gambut yang rawan terbakar.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Suci Priatin Ningsih, mengonfirmasi bahwa pertumbuhan awan hujan memang terpantau signifikan di beberapa kawasan Kotim sejak siang hari.

“Kalau dilihat dari radar, potensi hujan ada di wilayah Kelurahan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Mentaya Hilir Utara, Telawang, hingga Kotim bagian tengah,” terang Suci.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode pukul 13.15 hingga 15.15 WIB. Kendati curah hujan secara umum pada periode Juli hingga September 2026 diprediksi masih masuk kategori rendah, guyuran hujan kali ini memberikan angin segar bagi penanganan bencana karhutla dan kualitas udara di Kotim. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Kalteng Pos
sampit