SAMPIT — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memakan korban satwa liar. Tiga ekor ular berukuran besar ditemukan tewas mengenaskan setelah terbakar di area lahan yang hangus di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS).
Penemuan bangkai satwa tersebut berawal dari warga setempat yang melintas di lokasi usai api padam. Seorang warga, Rahmi, menceritakan bahwa keberadaan tiga ekor ular itu baru diketahui pada Jumat (11/9/2026), pascabencana karhutla melalap kawasan tersebut pada malam sebelumnya.
“Jumlahnya ada tiga ekor. Ditemukan hari Jumat setelah malamnya itu terbakar lahannya,” ujar Rahmi saat memberikan keterangan pada Sabtu (12/9/2026).
Kondisi fisik ketiga ular tersebut tampak memprihatinkan dengan kulit yang seluruhnya legam terbakar, sehingga sulit dikenali secara kasat mata. Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Muriansyah, menyampaikan bahwa identifikasi sementara hanya bisa dilakukan melalui sisa-sisa bagian tubuh yang tidak hancur.
“Kalau lihat kepalanya, seperti jenis sanca kembang,” beber Muriansyah saat mengamati bangkai satwa tersebut.
Ia menambahkan bahwa pekatnya luka bakar membuat proses identifikasi pasti terhambat. “Nggak terlalu kelihatan, jadi nggak bisa memperkirakan pasti ular jenis apa,” imbuhnya.
Fenomena ini menambah panjang deretan kehancuran ekosistem akibat karhutla di wilayah Sampit dan sekitarnya. Sebelumnya, berbagai jenis ular hingga satwa dilindungi seperti tenggiling juga dilaporkan tewas karena terjebak kepungan api yang membakar habitat asli mereka. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co