Fraksi Golkar DPRD Kobar Dorong Pemetaan Sumber Air, Antisipasi Kekeringan di Pedesaan

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 08:02 WIB
Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Muhammad Syamsuri
Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Muhammad Syamsuri

KOTAWARINGIN BARAT, Prokal.co – Ancaman kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah desa mendapat perhatian serius dari Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Fraksi Golkar mendorong pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan distribusi air bersih saat krisis terjadi, tetapi mulai memetakan sumber-sumber air potensial sebagai solusi jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Muhammad Syamsuri, dalam pemandangan umum fraksi.

Menurutnya, kekeringan berpotensi berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih.

Fraksi Partai Golkar mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah yang telah membantu masyarakat terdampak melalui distribusi air bersih.

Namun, Syamsuri menilai penanganan tersebut perlu diikuti langkah antisipatif dan berkelanjutan agar persoalan kekurangan air tidak terus berulang setiap musim kemarau.

“Pemetaan terutama perlu dilakukan di desa-desa yang selama ini rawan mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih,” ungkap Syamsuri, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, musim kemarau yang sedang berlangsung justru dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan survei langsung terhadap titik-titik sumber air potensial.

Kondisi sumber air yang terlihat saat musim kemarau dinilai dapat memberikan gambaran lebih akurat mengenai lokasi yang layak dikembangkan sebagai sumber air bersih.

Hasil pemetaan tersebut nantinya dapat menjadi dasar untuk menentukan pembangunan sumur bor maupun pengembangan sumber air lainnya, dengan mempertimbangkan kondisi geografis serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Dengan melihat kondisi sumber air secara langsung saat musim kemarau, pemerintah daerah dapat menentukan lokasi yang paling tepat untuk dikembangkan menjadi sumber air bersih,” jelasnya.

Langkah tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk menghadapi musim kemarau berikutnya.

Masyarakat, kata Syamsuri, tidak seharusnya hanya mendapatkan bantuan ketika kekeringan sudah terjadi, tetapi juga perlu memiliki akses terhadap sumber air yang permanen dan dapat diandalkan.

Upaya penyediaan sumber air tersebut juga dapat disinergikan dengan program yang telah berjalan di sejumlah desa, termasuk Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

“Pembangunan sumber air juga dapat berjalan berdampingan dengan program yang telah ada, termasuk Pamsimas di sejumlah desa,” ujarnya.

Fraksi Partai Golkar berharap pemenuhan kebutuhan air bersih dilakukan secara terencana, tepat sasaran, dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Bagi Syamsuri, langkah tersebut bukan hanya menyangkut penanganan dampak kekeringan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik dan memastikan kehadiran pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Terlebih, ancaman kekeringan merupakan persoalan yang berulang setiap musim kemarau. Karena itu, pemetaan sumber air sejak dini dinilai menjadi langkah penting agar penanganan ke depan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan lebih terencana dan berkelanjutan. (sam)

Editor : Slamet Harmoko
DPRD Kobar Sumber Air Bersih Fraksi Partai Golkar kekeringan