TARAKAN — Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), ikut diselimuti kabut asap meski pemantauan BMKG menunjukkan nihil titik panas (hotspot) di dalam wilayah kota. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena ini terjadi akibat paparan asap kiriman yang terbawa pola pergerakan angin dari wilayah tetangga.
Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini masih dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hembusan angin kencang membawa material asap tersebut melintasi batas wilayah hingga menyelimuti langit Tarakan.
“Arah angin saat ini dominan bertiup dari selatan ke utara. Akibatnya, asap karhutla dari Kalteng dan Kalsel terbawa hingga masuk ke wilayah Kalimantan Utara,” ujar Khilmi, Selasa (15/9/2026).
Menurut Khilmi, fenomena kabut asap di suatu daerah tidak selalu mengindikasikan adanya titik api lokal. Pergerakan dan kerapatan asap sangat bergantung pada pergeseran arah angin serta stabilitas lapisan atmosfer setempat.
BMKG Tarakan terus melakukan pemantauan berkala terhadap sebaran asap dan pola cuaca di seluruh wilayah Kalimantan guna mengantisipasi perubahan intensitas ketebalan asap.
“Kami masih memantau perkembangan kondisi atmosfer dan sebaran asap. Perubahan arah angin maupun potensi cuaca dalam beberapa hari ke depan akan sangat memengaruhi konsentrasi asap yang masuk ke Kaltara,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co