Seekor induk Orangutan yang diberi nama Sari saat proses evakuasi bersama anaknya, dari lokasi kebakaran lahan di Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar, baru-baru tadi.(istimewa/BKSDA)
PROKAL.CO- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali mengancam keselamatan satwa langka yang dilindungi. Seekor induk orangutan bersama anaknya yang masih bayi ditemukan terjebak di tengah lahan yang terbakar di Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.Penyelamatan darurat tersebut dilakukan oleh tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Orangutan Foundation International (OFI) setelah menerima laporan dari warga setempat.Tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi kedua satwa tersebut yang berada di atas pohon guna menghindari kobaran api.Proses evakuasi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut membutuhkan penanganan khusus karena sang induk bertahan di atas ketinggian. Tim medis terpaksa melakukan pembiusan terukur agar proses penurunan berjalan aman bagi induk dan anak yang berada dalam pelukannya."Tim tiba di lokasi sekitar pukul 14.04 WIB, kemudian melakukan pembiusan orangutan yang berada di atas pohon itu untuk memudahkan proses evakuasi. Saat proses evakuasi, didapati ternyata merupakan induk betina yang sedang membawa anak," kata Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, BKSDA Kalteng, Handi Nasoka, Jumat (18/9/2026).Induk orangutan yang diperkirakan berusia 20 tahun dengan berat 38,5 kilogram tersebut kemudian diberi nama Sari. Sementara anaknya yang baru berusia 1 hingga 2 bulan memiliki berat sekitar 1 kilogram. Saat pembiusan bekerja, tubuh Sari sempat tersangkut di dahan pohon sehingga salah satu petugas BKSDA harus memanjat untuk menurunkan keduanya secara manual.Usai dievakuasi dari area kebakaran, kedua orangutan tersebut langsung dilarikan ke fasilitas perawatan khusus untuk menjalani penanganan medis intensif.Petugas ingin memastikan tidak ada dampak paparan asap atau cedera fisik akibat karhutla pada tubuh induk maupun bayinya."Selanjutnya akan dilakukan pengujian laboratorium dan pemeriksaan lebih lanjut di OCCQ," terang Handi.Sari dan bayinya kini berada di bawah penanganan tim dokter hewan gabungan di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) untuk menjalani masa karantina serta pemulihan kesehatan sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat yang aman. (*) Editor : Indra Zakaria Sumber : prokal.co