PALANGKA RAYA — BMKG memprakirakan potensi banjir pesisir atau banjir rob yang dapat menerjang sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Tengah hingga 27 September 2026. Bencana musiman ini terpicu oleh fenomena fase Bulan Purnama yang memuncak pada 26 September 2026 dan memicu kenaikan signifikan pada permukaan air laut.
Eskalasi pasang air laut di wilayah pesisir Kalteng diprediksi terbagi dalam dua zona waktu. Wilayah pesisir Kuala Pembuang, Sampit, dan Kapuas berpotensi terdampak lebih awal mulai 18 hingga 24 September 2026. Sementara itu, untuk kawasan pesisir Kumai, Pantai Lunci, serta Kuala Jelai, ancaman banjir rob diperkirakan berlangsung lebih lama, yaitu pada 19 hingga 27 September 2026.
Limpasan air laut ini berpotensi mengganggu berbagai denyut perekonomian dan aktivitas harian warga pesisir. Sektor yang paling rentan terdampak meliputi proses bongkar muat di dermaga pelabuhan, area permukiman tepi pantai, hingga aktivitas budidaya perikanan darat dan tambak garam.
Masyarakat yang bermukim di garis pantai diimbau meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi kenaikan air laut yang datang secara mendadak, terutama pada jam-jam pasang maksimum. BMKG meminta warga untuk terus memantau perkembangan cuaca maritim terkini melalui kanal resmi BMKG, layanan Call Center 196, atau berkoordinasi langsung dengan kantor meteorologi terdekat guna meminimalkan risiko kerugian material. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co