Momen Haru di Lamandau: Ditemukan Lemas akibat Asap Karhutla, Anak Orangutan Pasrah dan Peluk Warga

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 13:33 WIB
Seekor anak orangutan ditemukan dalam kondisi lemas di tepi Sungai Lamandau, Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Senin (21/9/2026) pagi. (warga/radar sampit)
Seekor anak orangutan ditemukan dalam kondisi lemas di tepi Sungai Lamandau, Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Senin (21/9/2026) pagi. (warga/radar sampit)

NANGA BULIK – Momen menyentuh hati terjadi di Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pada Senin (21/9) pagi. Seekor anak orangutan ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan tak berdaya di tepi Sungai Lamandau.

Satwa langka nan dilindungi tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 08.00 WIB. Diduga kuat, kondisi fisik primata malang yang menurun ini dipicu oleh pekatnya paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belakangan ini mengepung kawasan Lamandau.

Lantaran kondisinya yang begitu lemas, anak orangutan ini tidak memberikan perlawanan sedikit pun saat didekati. Tak ayal, momen haru pun tercipta ketika warga berupaya mengamankannya dari pinggir sungai. Satwa tersebut tampak jinak, menurut, bahkan secara refleks memeluk erat tubuh warga yang menolongnya.

Guna memberikan pertolongan pertama, warga lantas memberikan air minum dan susu untuk mengembalikan tenaganya. Hingga kini, induk dari anak orangutan tersebut masih belum diketahui keberadaannya.

Sadar akan keterbatasan serta status perlindungan satwa tersebut, warga berinisiatif meminta bantuan pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secara profesional.

“Kami tidak mampu menjaga dan merawatnya, jadi minta tolong kepada BKSDA untuk mengambilnya agar bisa dirawat dengan baik,” tutur Gusti Nobon, salah seorang warga Desa Batu Kotam pada Senin (21/9).

Warga pun melaporkan temuan ini ke pihak kepolisian setempat. Kapolsek Bulik, AKP Karno, yang menerima laporan langsung meninjau lokasi untuk memastikan kondisi anak orangutan tersebut secara langsung.

“Benar, warga Batu Kotam telah menemukan seekor anak orangutan. Kita telah laporkan ke BKSDA Kobar untuk dilakukan evakuasi sebagaimana mestinya,” tegas Karno.

Saat ini warga berharap tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat/Tengah dapat segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi, memeriksa kondisi medis, serta menyisir area sekitar guna memastikan keberadaan induknya sebelum nantinya dikembalikan ke habitat aslinya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
orangutan