Penerbangan di Palangka Raya Lumpuh, BNPB Alihkan Pesawat Modifikasi Cuaca

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:58 WIB
Modifikasi cuaca untuk menghilangkan kabut asap.(BMKG)
Modifikasi cuaca untuk menghilangkan kabut asap.(BMKG)

 
PALANGKA RAYA — Kepungan kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mulai melumpuhkan aktivitas penerbangan. Terbatasnya jarak pandang (visibility) membuat pesawat armada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gagal lepas landas dari Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya.

Kondisi tersebut memaksa BNPB mengambil langkah cepat untuk mengalihkan pangkalan pendaratan (basecamp) udara ke wilayah lain agar upaya penyemaian awan tidak terhenti total.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa penerbangan dari Bandara Tjilik Riwut terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan penerbangan karena kabut asap yang menutup ruang udara secara pekat.

"Ada satu pesawat operasi modifikasi cuaca di Bandara Tjilik Riwut beberapa hari tidak bisa bekerja. Kenapa tidak bisa bekerja? Karena tidak bisa naik akibat kabut, visibility-nya sangat rendah," ungkap Suharyanto saat memantau penanganan karhutla di Palangka Raya, Senin (21/9/2026).

Guna menyiasati kendala teknis ini, pemerintah memindahkan pusat keberangkatan pesawat modifikasi cuaca ke dua lokasi alternatif, yakni Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, serta Bandar Udara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Langkah pengalihan ini diambil berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mendeteksi adanya potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah titik target.

"Operasi modifikasi cuaca pesawatnya akan naik dari Bandara Syamsudin Noor dan Bandara Pangkalan Bun. Mudah-mudahan dengan dua pesawat ini naik, apalagi prediksi BMKG menunjukkan adanya potensi hujan, kita bisa memicu hujan untuk meluruhkan asap," pukasnya.

Suharyanto menuturkan, intervensi cuaca dan bantuan angin menjadi satu-satunya jalan keluar paling efektif saat ini. Pasalnya, belum ada teknologi yang mampu memusnahkan polusi kabut asap di udara secara instan selain bantuan hujan buatan.

Melalui pengalihan pangkalan udara ini, BNPB berharap pasokan hujan dapat segera turun secara optimal untuk memadamkan titik api di darat sekaligus mengurai pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kalteng. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
modifikasi cuaca kalteng