SAMPIT – Perjuangan seekor kukang dewasa yang terluka parah akibat tersengat arus listrik di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berakhir duka. Meski sempat mendapatkan perawatan intensif dari dokter hewan dan bertahan beberapa hari, satwa langka terbilang malang ini akhirnya dinyatakan mati.
Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Muriansyah, mengonfirmasi bahwa primata tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (22/9/2026) sore.
“Kukang akhirnya tidak tertolong, mati. Ternyata parah lukanya di bagian dada,” kata Muriansyah kepada Kaltengpos.jawapos.com pada Rabu (23/9/2026).
Muriansyah membeberkan bahwa usai dievakuasi dari laporan warga, petugas BKSDA bekerja sama dengan aktivis lingkungan bernama Harie langsung melarikan kukang tersebut ke dokter hewan untuk mendapat pertolongan darurat.
Namun, efek sengatan listrik ternyata berdampak fatal bagi organ dan fisik sang kukang. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan luka bakar parah menyebar dari dada, mulut, hingga lipatan kaki belakang. Akibat cedera saraf yang fatal, kedua kaki belakang satwa malang ini bahkan mengalami kelumpuhan total. Dalam rekaman video dokementasi BKSDA, kukang tersebut tampak terpaksa menyeret bagian bawah tubuhnya saat mencoba bergerak.
“Kita sudah berusaha dan berupaya merawat, tetapi memang keadaannya seperti itu. Luka bakar yang parah sampai membuat kaki belakangnya lumpuh,” terangnya. Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, sengatan listrik yang menimpa kukang tersebut berdaya tinggi hingga sempat memicu korsleting yang menyebabkan listrik di tiga rumah warga sekitar padam seketika.
“Dugaan saya, kalau sampai tiga rumah mati, kemungkinan besar menempel pada kabel yang telanjang atau terbuka. Tapi ini berdasarkan laporan warga setempat,” tambah Muriansyah.
Usai dinyatakan mati, bangkai kukang terlindungi ini telah dikuburkan secara layak di wilayah Kecamatan Baamang. BKSDA Pos Sampit pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada para komunitas dan aktivis lingkungan yang responsif membantu proses penyelamatan sejak awal evakuasi. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co