PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda sepenuhnya. Selama berbulan-bulan, masyarakat di Palangka Raya harus terus berjibaku menghadapi kepungan kabut asap yang mengancam kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Dampak dari bencana musiman ini kian mengkhawatirkan. Berdasarkan data penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut kini telah mencapai angka fantastis, yakni seluas 1.420 hektare.
Mengingat bara api di lahan gambut masih menyimpan potensi besar untuk kembali menyala dan memicu titik api baru, aparat kepolisian dan instansi terkait terus mengintensifkan seruan kewaspadaan kepada publik. Upaya pemadaman di darat maupun udara dinilai tidak akan cukup tanpa adanya kepedulian aktif dari masyarakat untuk menghentikan kebiasaan pembakaran lahan.
"Kami butuh peran serta masyarakat. Cegah karhutla dimulai dari kesadaran kita bersama," ujar petugas berwenang dalam imbauannya kepada warga. Masyarakat kembali diingatkan agar tidak membuka kebun atau membersihkan pekarangan dengan cara membakar. Selain itu, warga diminta untuk tidak ragu melaporkan secepat mungkin jika menemukan adanya titik api di sekitar lingkungan mereka agar petugas dapat bergerak cepat melakukan penanganan sebelum api meluas.
Pihak berwenang menegaskan bahwa penanggulangan karhutla harus berjalan beriringan, mencakup langkah pemadaman, pengawasan ketat, hingga penegakan hukum yang tegas. Selama bara api dan kabut asap masih membayangi, Palangka Raya dipastikan belum sepenuhnya terbebas dari ancaman bencana lingkungan ini. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co