Dua Versi Drama Penembakan di Kebun Sawit Kotim, Warga dan Perusahaan Saling Tuding

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:51 WIB
ilustrasi penembakan
ilustrasi penembakan

PROKAL.CO, SAMPIT– Insiden dugaan penembakan yang terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Agro Wana Lestari (AWL), Desa Tumbang Kaminting, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memicu kesimpangsiuran. Peristiwa yang berlangsung pada Jumat (9/10/2026) dini hari itu melahirkan dua sudut pandang berbeda antara warga setempat dan pihak manajemen perusahaan.

Sudianto, seorang warga lokal, mengaku menjadi korban penembakan saat sedang beristirahat dan menjaga pondok kebun miliknya di kawasan Km 05 Jalan Eks Mentaya Kalang sekitar pukul 03.00 WIB. Kejadian bermula ketika ia terbangun dan melihat sorotan cahaya senter mengarah tepat ke arah pondoknya.

Merasa curiga, Sudianto berulang kali berteriak meminta identitas orang-orang di balik sorotan cahaya tersebut. Namun, lantaran tidak mendapat jawaban dan situasi makin mencekam, ia memutuskan melepaskan tembakan peringatan menggunakan senapan angin milik pribadi.

"Saya sempat berteriak, 'Siapa itu di sana?' Namun, mereka tidak menjawab. Karena situasi saat itu membuat saya takut, saya melepaskan tembakan peringatan ke udara menggunakan senapan angin," ungkap Sudianto.

Sudianto mengklaim, langkah peringatan yang dilakukannya justru dibalas dengan tembakan ganti yang mengarah langsung ke tubuhnya oleh pihak keamanan dan aparat di lokasi.

"Setelah saya menembak ke udara sebagai peringatan, tim sekuriti bersama aparat justru melepaskan tembakan yang mengarah ke saya. Puji Tuhan, tembakan itu tidak mengenai saya," tegasnya.

Di sisi lain, manajemen PT AWL membantah tudingan bahwa anggotanya mengarahkan tembakan ke arah warga. Humas PT AWL, Susi Darkoni, menjelaskan bahwa tim keamanan gabungan bersama personel BKO Brimob kala itu sedang melakukan patroli rutin di wilayah Kembiting Estate dan mendapati tumpukan buah sawit yang berserakan mencurigakan.

"Tim keamanan beserta dengan tim BKO melaksanakan patroli di areal wilayah Kembiting Estate PT AWL. Begitu tim patroli melaksanakan kegiatan di situ, ditemukan indikasi ada buah yang berserakan di areal itu," ujar Susi saat dikonfirmasi.

Menurut keterangan Susi, saat tim patroli berupaya mengamankan buah sawit tersebut, sekelompok orang dari balik batas parit mendadak berteriak menanyakan keberadaan mereka. Pihak perusahaan menyebut kelompok warga itulah yang pertama kali melepaskan empat kali tembakan ke arah tim patroli, sehingga personel BKO melepaskan tiga kali tembakan balasan ke udara murni sebagai bentuk peringatan dan pengamanan lokasi.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian setempat mengenai penyelesaian maupun proses penyelidikan lebih lanjut terkait perbedaan kronologi insiden letusan senjata di areal kebun sawit tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kalteng