PALANGKARAYA – Tragedi jatuhnya helikopter Mi-17 dalam tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggalkan duka mendalam bagi korps TNI dan keluarga para prajurit. Dua jenazah korban gugur dalam insiden tersebut resmi dipulangkan ke daerah asal masing-masing atas permintaan pihak keluarga pada Kamis (5/11).
Jenazah Lettu CPN Nurhafiz Akbar Rizki Hartio diberangkatkan menuju Semarang, Jawa Tengah. Sementara itu, jenazah Mayor CPN Dudi Firmansyah dibawa ke Bandung, Jawa Barat, untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengonfirmasi bahwa penanganan hingga pemulangan kedua jenazah prajurit terbaik tersebut telah disesuaikan dengan keinginan pihak keluarga.
“Yang satu dibawa ke Semarang. Kemudian satu lagi, Mayor, dibawa ke Bandung untuk disemayamkan di sana karena keluarganya berada di Bandung. Semua sesuai permintaan keluarga,” ujar Mayjen TNI Zainul Arifin.
Prosesi penghormatan terakhir dan pemakaman kedua perwira TNI tersebut dijadwalkan berlangsung dengan upacara militer yang dihadiri oleh pimpinan tertinggi TNI. Panglima TNI direncanakan bertindak langsung sebagai inspektur upacara pemakaman di Bandung, sedangkan upacara pemakaman di Semarang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
Di samping pelepasan kedua jenazah, tim gabungan hingga kini masih bekerja keras melanjutkan operasi pencarian satu prajurit yang masih belum ditemukan di lokasi kejadian, perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan.
Pangdam mengungkapkan, korban diduga kuat masih terjebak di dalam kabin bangkai helikopter yang tenggelam di perairan tersebut. “Yang satu lagi masih dalam proses pencarian. Mudah-mudahan hari ini bisa kita keluarkan dari pesawat yang berada di dalam air,” ungkapnya. Hingga berita ini diturunkan, tim evakuasi gabungan terus mengerahkan segala upaya untuk menyelami perairan Seruyan guna menuntaskan proses evakuasi korban terakhir dari dalam kabin helikopter Mi-17. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : Kalteng Pos