Kasus Naik, Tapi Masih Terkendali, Gubernur Kaltim Tak Henti Ingatkan Ketatkan Prokes

izak-Indra Zakaria • Dipublikasikan Sabtu, 26 Juni 2021 | 10:23 WIB
Gubernur Kaltim Isran Noor
Gubernur Kaltim Isran Noor

Gubernur Kaltim H Isran Noor menegaskan  angka positif Covid-19 Kaltim kembali naik. Padahal beberapa hari sebelumnya sempat menurun. Namun begitu  Kaltim  masih lebih bagus secara nasional.  Hal itu setidaknya terlihat dari bed  occupansy ratio (BOR)  atau tingkat hunian di rumah sakit.  Lonjakan kasus Covid-19 Kaltim pada posisi rendah yakni di bawah 20 persen.

“Jadi  BOR kita masih bagus secara nasional bila dibandingkan dengan daerah lain  di pulau Jawa yang sudah menggunakan koridor-koridor  termasuk di Jakarta, akibat lonjakan kasus Covid-19,” kata Isran Noor. Terkait dengan penanganan Covid-19 di Kaltim, lanjut Isran Noor tentu bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi semua stakeholder. Mulai dari pemerintah, swasta  dan seluruh lapisan masyarakat. untuk bersama-sama melakukan pencegahan. 

Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provnsi Kaltim dan kabupaten/kota terus berkoordinasi  dalam upaya menekan angka penularan Covid-19. “Pemerintah, telah mengeluarkan berbagai kebijakan salah satunya adalah penerapan   pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM ) skala mikro,  termasuk pelaksanaan protokol kesehatan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi,” tandasnya.

Isran Noor juga meminta kepala daerah untuk bersama-sama dan bersinergi dalam penanganan dan penanggulangan penularan Covid-19 yang masih melanda seluruh daerah di Kaltim. Dia juga mengajak seluruh masyarakat Kaltim untuk tetap menjaga kewaspadaan dalam rangka kesiapsiagaan dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

 Hal tersebut disebabkan karena ancaman penularan dan penyebarannya masih terjadi. “Semuanya harus tetap  waspada, tidak boleh lengah dan lalai, serta  tidak boleh menyepelekannya. Tetap utamakan  protokol kesehatan,” pesan Isran Noor

NAIK DI SAMARINDA

Dinas Kesehatan Kota Samarinda mencatat tambahan sebanyak 90 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam kurun waktu tiga hari terakhir, sejak 22 hingga 24 Juni 2021 ini. Walau terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan, namun Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Ismed Kusasih menyatakan jika penambahan kasus saat ini masih terkendali. 

Dikatakan Ismed, peningkatan kasus Covid-19 tak hanya terjadi di Samarinda, tapi secara umum terjadi secara nasional. “Ya seluruh Indonesia, lagi naik kasusnya,” kata Ismed, Kamis 24 Juni 2021 malam.  Mengantisipasi lonjakan kasus dan masuknya varian delta Covid-19 di Kota Tepian, lanjut Ismed, diminta agar warga kembali memperketat disiplin dalam hal protokol kesehatan. Terutama, di area perkantoran dan fasilitas umum.

“Cara terbaik menekan kasus tetap perkuat 3T dan di hulu pengetatan prokes,” imbaunya. Ismed berpendapat, rencana pembukaan kawasan tepian seperti yang direncanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda hendaknya dibarengi dengan kepastian disiplin pedagang dan pengunjung dalam menerapkan protokol kesahatan. 

Ismed mewanti-wanti agar lonjakan kasus seperti yang pernah terjadi menjelang akhir 2020 lalu tidak terulang. “Bulan 11 pernah diangka 70 persen. Kenaikan ini masih dalam tahap terkendali,” tegasnya. Untuk itu, lanjut Ismed, dirinya menyerahkan seutuhnya kebijakan pengendalian kasus corona kepada Satgas Covid-19, yang diketuai langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

“Kalau masalah di hulu (pelanggaran prokes) bisa langsung melalui Satgas Covid-19. Dinas Kesehatan fokus penanganan 3T dan proses vaksinasi,” pungkasnya. Sebagai informasi, dari enam fasilitas karantina di Samarinda, terisi 54 tempat tidur dari total 183 tempat tidur yang disiapkan atau sekitar 29,51%. Penambahan ini sendiri, berbeda di pekan sebelumnya, yang mana saat itu tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19, hanya 35 orang atau 19,13%. (pro)

Editor : izak-Indra Zakaria
corona