Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Rumah Dinas Gubernur Kaltim Diguyur Rp 25 Miliar, Rudy Mas’ud Beralasan Bangunan Sudah Tua, Bukan Sekadar Estetika

Redaksi Prokal • Selasa, 7 April 2026 - 12:57 WIB

 

Gubernur Kaltim, Rudy Mas
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud

 PROKAL.CO- Wajah kediaman resmi orang nomor satu di Kalimantan Timur dipastikan akan segera berubah total. Pemerintah Provinsi Kaltim mengucurkan anggaran senilai Rp 25 miliar untuk merenovasi Rumah Dinas Gubernur yang berlokasi di jantung Kota Samarinda. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, mengingat kondisi fisik bangunan peninggalan masa lalu tersebut dinilai sudah dalam tahap memprihatinkan.

“Bangunan ini sudah cukup lama berdiri, sehingga perlu dilakukan renovasi agar tetap layak digunakan, terutama untuk mendukung kegiatan kedinasan,” tegas Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, saat memberikan keterangan terkait proyek tersebut.

Menurut Rudy, penurunan kualitas struktur bangunan saat ini sudah menjadi ancaman nyata bagi keamanan dan kenyamanan penghuninya. Sebagai pusat kegiatan negara di daerah, standar fasilitas penunjang di rumah dinas tersebut dianggap tidak lagi representatif untuk menerima tamu-tamu penting.

“Renovasi ini bukan sekadar mempercantik tampilan, melainkan untuk memperbaiki fungsi utama bangunan. Perbaikan mencakup atap, instalasi listrik, saluran air, hingga penataan ulang sejumlah ruang agar lebih representatif,” jelasnya merincikan fokus pengerjaan.

Ia juga memastikan bahwa rencana besar ini tidak diputuskan secara sepihak, melainkan telah melalui koridor perencanaan yang ketat bersama legislatif dan instansi terkait.

“Rencana renovasi ini sudah dibahas bersama DPRD Kaltim, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta dikonsultasikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memastikan semuanya sesuai aturan,” ungkap Rudy menepis keraguan soal legalitas anggaran.

Meski angka Rp 25 miliar memancing sorotan publik, Rudy menjamin bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan akan diawasi secara ketat guna menghindari praktik pemborosan atau penyelewengan. “Seluruh proses akan diawasi secara ketat, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Kami juga membuka ruang bagi pengawasan masyarakat agar proyek ini berjalan sesuai aturan dan benar-benar akuntabel,” pungkasnya. (mrf/beb)

 

Editor : Indra Zakaria
#rudy mas'ud #rumah jabatan