SAMARINDA – Sorotan tajam publik terhadap anggaran laundry Rumah Jabatan (Rumjab) Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp 450 juta akhirnya mendapat tanggapan dari pihak penyedia jasa. Alwan Laundry, salah satu mitra kerja dalam pengadaan tersebut, membeberkan mekanisme kerja yang selama ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan operasional di lingkungan rumah jabatan.
Pemilik Alwan Laundry, Enny, menjelaskan bahwa kerja sama ini bukanlah hal baru. Pihaknya telah menjalin kemitraan sejak masa Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim melalui koordinasi dengan Biro Umum Pemprov Kaltim. Namun, Enny meluruskan bahwa usahanya yang berlokasi di Jalan Wolter Monginsidhi ini bukan satu-satunya penyedia jasa yang ditunjuk. Fokus utamanya pun bukan pada pakaian dinas, melainkan perlengkapan operasional kegiatan dalam skala besar.
“Kalau di tempat saya lebih banyak taplak meja dan sarung kursi. Kalau ada cucian lain masuk, biasanya karena penyedia lain tidak bisa menangani,” ungkap Enny, Kamis (7/5/2026).
Salah satu alasan mengapa jasanya kerap digunakan adalah kesiapan melayani kebutuhan rumah jabatan selama 24 jam penuh. Enny memaparkan bahwa jadwal kegiatan resmi yang padat sering kali menuntut perlengkapan acara dibersihkan dalam waktu singkat agar bisa digunakan kembali keesokan harinya.
Tak jarang, timnya harus bekerja lembur demi mengejar target sistem ekspres yang bervariasi antara tiga hingga enam jam pengerjaan. “Pernah habis acara malam langsung kami ambil karena besoknya mau dipakai lagi. Jadi malam itu juga harus langsung dikerjakan. Pernah antar jam 10 malam, jam 1 dini hari, bahkan pernah sampai jam 3 subuh,” tuturnya.
Selain perlengkapan acara, Enny mengaku sesekali menerima permintaan pencucian pakaian pribadi untuk kebutuhan mendadak, seperti perjalanan luar daerah yang tidak terjadwal. Meski demikian, ia menegaskan bahwa sebagian besar pakaian dinas biasanya ditangani oleh penyedia jasa lain. (*)
Editor : Indra Zakaria