Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lebih dari Sekadar Setrum: PLTA Batoq Kelo Jadi Jembatan Ekonomi Baru Kaltim-Kaltara

Redaksi Prokal • Senin, 1 Juni 2026 | 10:16 WIB
Rudy Mas
Rudy Mas'ud

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 mega watt bukan sekadar proyek kelistrikan biasa. Proyek raksasa ini merupakan simbol masa depan energi hijau sekaligus tonggak pembangunan berkelanjutan di Bumi Etam yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat paling luar.

Hal tersebut disampaikannya secara lantang saat meresmikan Groundbreaking Ceremony PLTA Batoq Kelo & Access Road Kaltara di Pendopo Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim. Rudy menaruh harapan besar agar megaproyek energi baru terbarukan ini mampu membawa dampak masif bagi kesejahteraan warga, khususnya di wilayah Mahakam Ulu (Mahulu) dan kawasan perbatasan Kalimantan Timur - Kalimantan Utara.

Gubernur mengingatkan agar kehadiran infrastruktur megah ini tidak meninggalkan ironi bagi warga lokal yang selama ini keterbatasan akses listrik.

“Jangan sampai listriknya besar, tapi masyarakat sekitar masih gelap. Harapan kami, 300 mega watt ini benar-benar memberi penerangan dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rudy Mas’ud dengan tegas.

Rudy memaparkan bahwa Kaltim memiliki posisi yang sangat strategis sebagai barometer perdagangan karbon (carbon trading) di kawasan Asia Pasifik. Oleh sebab itu, pengembangan energi hijau berbasis hidropower ini menjadi langkah krusial dalam mendukung transisi energi nasional tanpa mengorbankan kelestarian alam. Namun, ia mengingatkan agar misi lingkungan ini berjalan beriringan dengan aspek sosial.

“Investasi energi hijau harus menjadi pembangkit harapan bagi masyarakat Kalimantan Timur,” tambahnya.

Dampak proyek ini dipastikan akan semakin berlipat ganda karena juga mencakup pembangunan infrastruktur konektivitas. Di antaranya adalah pembangunan jalan baru sepanjang 122 kilometer dan jembatan sepanjang 120 meter yang akan mengoneksikan wilayah Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara.

Rudy optimistis interkoneksi ini akan menjadi urat nadi baru yang membuka isolasi wilayah terpencil, memangkas urusan logistik, serta menghidupkan geliat ekonomi masyarakat pedalaman yang selama ini luput dari jangkauan. Demi mewujudkan mimpi besar masyarakat perbatasan tersebut, ia memastikan jajaran pemerintah daerah akan mengawal penuh realisasi proyek di lapangan.

“Kami Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap mendukung agar proyek ini berjalan lancar dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#plta #mahulu