Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Renovasi Besar-besaran, Pemprov Kaltim Sulap Stadion Palaran dan Sempaja

Redaksi Prokal • Senin, 8 Juni 2026 | 06:45 WIB
Stadion Palaran di Samarinda.
Stadion Palaran di Samarinda.

PROKAL.CO- Deretan fasilitas olahraga yang selama ini menjadi kebanggaan Kalimantan Timur ternyata masih menyimpan pekerjaan rumah yang sangat besar. Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, sejumlah sarana olahraga di Bumi Etam kedapatan belum memenuhi standar yang dibutuhkan untuk mendukung pembinaan atlet maupun penyelenggaraan kompetisi. Menghadapi realitas ini, Pemerintah Provinsi Kaltim langsung bergerak cepat dengan menyiapkan pembenahan besar-besaran terhadap sejumlah aset olahraga mulai tahun 2027 mendatang.

Langkah konkret yang diambil pemerintah mencakup revitalisasi kolam renang di Stadion Palaran, serta penyediaan fasilitas khusus untuk cabang olahraga karate dan gulat di kawasan GOR Kadrie Oening Sempaja. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa perbaikan ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan investasi strategis demi masa depan prestasi daerah.

“Beberapa cabor sudah kita anggarkan dan mudah-mudahan dengan adanya tempat-tempat latihan yang dikhususkan untuk cabang-cabang tersebut akan juga menambah pundi-pundi emas kita ke depan,” kata Seno Aji dengan optimis.

Salah satu fasilitas yang masuk dalam daftar prioritas utama adalah kolam renang di Stadion Palaran. Menurut Seno, cabang olahraga renang memiliki potensi yang sangat besar dalam mendulang medali, sehingga keberadaan sarana latihan yang sesuai standar dunia olahraga sudah tidak bisa ditawar lagi. “Kita akan memperbaiki kolam renang yang ada di Stadion Palaran. Karena ini penting juga untuk cabang olahraga renang yang banyak sekali potensi untuk mendapatkan medali emas di cabang tersebut,” tuturnya.

Bukan hanya renang, pemerintah juga merencanakan pembangunan gedung baru untuk karate serta fasilitas pendukung bagi cabang olahraga gulat di kawasan Sempaja guna memusatkan pembinaan. "Di GOR Sempaja nantinya akan ada gedung karate. Ada gulat juga nanti,” beber Seno memberi rincian rencana pembangunan tersebut.

Kendati proyeksi pembenahan ini terhitung masif, Seno memastikan seluruh program pengerjaan tersebut akan tetap disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah agar tidak membebani postur anggaran secara keseluruhan. “Tentu saja kita mempertimbangkan juga nanti efisiensi. Mudah-mudahan kita juga tidak akan terkena pengurangan anggaran bahkan nanti bisa kita tingkatkan anggaran kita,” ujarnya. Di sisi lain, potret buram fasilitas olahraga ini juga memantik perhatian dari Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. Dalam kesempatan terpisah, ia menilai Kaltim sebenarnya memiliki modal infrastruktur yang luar biasa besar, namun aset-aset tersebut saat ini masih menghadapi berbagai kendala fatal sehingga belum mampu berfungsi maksimal sebagai pusat pembinaan atlet.

"Ya, memang kita punya aset besar tapi aset mati ya. Ini yang coba kita aktifkan,” tegas Faisal. Sentilan keras Faisal ini bukan tanpa alasan kuat. Verifikasi ketat yang dilakukan oleh PSSI terhadap Stadion Segiri, Stadion Utama Palaran, dan Stadion Madya Gelora Kadrie Oening—yang sebelumnya ditinjau sebagai bagian dari penilaian kelayakan venue turnamen internasional—menunjukkan fakta mengejutkan bahwa ketiga stadion tersebut belum memenuhi standar kejuaraan. Proses verifikasi itu sendiri mencakup aspek krusial seperti keselamatan, keamanan, akses masuk dan keluar stadion, jalur evakuasi, hingga sirkulasi penonton yang mengacu pada standar regulasi FIFA.

“Kita bangga punya stadion sepak bola tiga, Palaran, Segiri, Sempaja. Ketika verifikasi PSSI, tiga-tiganya enggak standar,” cetus Faisal menyayangkan kondisi tersebut. Bagi Faisal, temuan pahit ini harus menjadi pengingat sekaligus evaluasi besar bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa besarnya investasi pembangunan olahraga di masa lalu belum otomatis berbanding lurus dengan kualitas fasilitas yang tersedia saat ini.

"Mending bangun satu tapi bagus daripada tiga-tiganya enggak cocok,” kritik Faisal dengan nada getir. Kendati demikian, Faisal tetap memelihara asa bahwa Kaltim sebenarnya memiliki potensi yang jauh lebih baik dibanding banyak daerah lain di Indonesia, asalkan seluruh aset yang tersedia dapat dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal untuk menempa para atlet lokal.

“Banyak lahan mati yang sebenarnya kita jauh lebih bagus dari provinsi lain bisa untuk latihan, bisa untuk menempa atlet, tapi jadi benda mati. Buang duit banyak,” terangnya mengakhiri perbincangan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#stadion palaran