Pemprov Benahi Jembatan Mahulu Usai Keluhan Warga, Lampu hingga CCTV Jadi Prioritas

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 18:13 WIB
Rudy dan Seno di jembatan Mahulu.
Rudy dan Seno di jembatan Mahulu.

PROKAL.CO, SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Samarinda. Sejumlah persoalan yang dikeluhkan, mulai dari sambungan jalan yang bergelombang, minimnya penerangan, hingga belum tersedianya kamera pengawas (CCTV), mulai dibenahi sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Peninjauan dilakukan Gubernur Rudy Mas'ud di Jembatan Mahulu, Selasa (21/7/2026), setelah menerima laporan masyarakat yang disampaikan melalui Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Loa Buah.

Rudy mengatakan pemerintah daerah sangat membutuhkan masukan dari masyarakat agar berbagai persoalan infrastruktur dapat segera ditangani. Menurut dia, perbaikan awal bahkan telah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum beserta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) hanya beberapa jam setelah laporan diterima.

"Terima kasih banyak kepada masyarakat Kalimantan Timur. Kami memang perlu diberi masukan. Alhamdulillah, semalam langsung dieksekusi oleh Dinas PU bersama UPTD, terutama untuk memperbaiki sambungan jalan dan aspal pada bagian joint jembatan," ujar Rudy.

Ia menjelaskan, sambungan jalan yang sebelumnya bergelombang telah ditambal sehingga kondisi lintasan kini lebih nyaman dilalui kendaraan.

Selain perbaikan permukaan jalan, Rudy meminta Dinas Perhubungan segera mengoptimalkan penerangan di sepanjang jembatan. Lampu yang redup diminta ditingkatkan intensitas cahayanya, sedangkan lampu yang padam segera diaktifkan kembali.

Menurut Rudy, perawatan rutin juga harus mencakup aspek estetika, seperti pengecatan jembatan, agar infrastruktur strategis tersebut tetap terawat dan representatif.

"Termasuk lampu yang ada di bawah jembatan juga harus dipasang. Dengan begitu, kapal atau ponton yang melintas bisa melihat dengan jelas keberadaan jembatan ini, apalagi lalu lintas pengolongan batu bara di Sungai Mahakam sangat padat," katanya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga menyoroti aksi pencurian fasilitas penerangan yang menjadi salah satu penyebab banyaknya lampu jembatan tidak berfungsi. Sejumlah lampu, kabel, hingga Miniature Circuit Breaker (MCB) dilaporkan hilang akibat ulah pencuri.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Rudy menginstruksikan pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis agar aktivitas vandalisme maupun pencurian dapat dipantau dan pelakunya lebih mudah diidentifikasi.

Menurut Rudy, keberadaan Jembatan Mahulu memiliki peran yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik di Samarinda. Dari empat jembatan yang membentang di atas Sungai Mahakam, Jembatan Mahulu menjadi jalur utama yang masih mampu menampung kendaraan bertonase besar.

"Jembatan ini merupakan urat nadi distribusi barang dan jasa. Kendaraan besar seperti kontainer, pengangkut bahan bakar minyak, LPG, semen, hingga logistik lainnya hanya bisa melintas di sini. Karena itu, kita harus sama-sama menjaga infrastruktur ini demi kepentingan masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Kota Samarinda," ujar Rudy.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan pembenahan Jembatan Mahulu akan terus dilakukan secara bertahap, tidak hanya pada aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga pengawasan serta pemeliharaan rutin agar fungsi jembatan sebagai jalur distribusi utama tetap terjaga. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Jembatan Mahulu