PROKAL.CO- Pasca putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas sengketa kepemilikan aset SMAN 10 Samarinda melawan Yayasan Melati, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan bahwa fokus utama pemerintah bukanlah merayakan kemenangan hukum, melainkan menjamin masa depan pendidikan siswa.
Saat melakukan peninjauan langsung ke fasilitas SMAN 10 di Samarinda Seberang, Gubernur Harum mengimbau seluruh pihak untuk menghentikan perselisihan dan kembali menyatukan energi demi membangun kualitas pendidikan di daerah.
"Terkait putusan PTUN, tidak ada kemenangan yang lebih besar selain melihat anak-anak Kaltim memperoleh pendidikan terbaik. Hari ini saya datang untuk memastikan anak-anak kita bisa belajar dengan tenang," tegas Gubernur Rudy Mas’ud di sela-sela kunjungannya.
Ia mengingatkan bahwa ketegangan yang berlarut-larut hanya akan merugikan para siswa yang membutuhkan ruang belajar kondusif.
"Kalau energi kita habis untuk konflik, maka anak-anak kita yang kehilangan waktu. Sekarang mari kita gunakan energi itu untuk memperbaiki pendidikan," tambahnya.
Kepastian hukum atas status aset sekolah ini menjadi landasan krusial bagi Pemprov Kaltim untuk melanjutkan transformasi SMAN 10 Samarinda menjadi Sekolah Garuda—sebuah pusat pendidikan unggulan yang siap mencetak SDM berdaya saing global. Kepala Biro Hukum Pemprov Kaltim, Suparmi, mengonfirmasi bahwa pihak pemerintah telah menerima kabar kemenangan tersebut sejak Senin malam dan kini tengah menunggu salinan resminya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Harum juga menyampaikan apresiasi dan ajakan terbuka kepada semua pemangku kepentingan, termasuk pihak Yayasan Melati, untuk terus bersinergi merawat aset pendidikan tersebut.
"Alhamdulillah, seluruh pihak termasuk Yayasan Melati, bersama-sama kita bisa memberikan pendidikan untuk generasi emas bagi Kaltim. Tidak hanya berkualitas, tetapi juga unggul dan mencetak generasi emas," ujar Gubernur Harum penuh optimisme. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co