Suhu Politik Bank Kaltimtara Memanas: Usulan Andi Harun Plot Syaharie Jaang Dibalas Dingin Gubernur

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 10:15 WIB
Dari kiri ke kanan, Rudy Mas
Dari kiri ke kanan, Rudy Mas'ud, Syaharie Jaang dan Andi Harun.
 

SAMARINDA — Wacana perombakan jajaran manajemen PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim Kaltara (Bank Kaltimtara) mulai memantik dinamika menarik. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, secara terbuka melemparkan usulan mengejutkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Lainnya Kedua Tahun 2026 yang digelar di Lantai 6 Kantor Pusat Bank Kaltimtara.

Di hadapan para pemegang saham, Andi Harun mengusulkan agar mantan Wali Kota Samarinda dua periode, Syaharie Jaang, diplot mengisi salah satu kursi Komisaris Independen dari unsur tokoh masyarakat. Tak hanya itu, nama dari civitas academica Universitas Mulawarman turut disodorkan untuk mengisi unsur akademisi.

Namun, respons berjarak justru ditunjukkan oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. Ditanya mengenai usulan tersebut, Gubernur enggan berspekulasi dan menegaskan bahwa seluruh mekanisme pengangkatan harus melewati batasan regulasi lewat Panitia Seleksi (Pansel). "Kita pakai proses di pansel. Ada tim pansel yang melaksanakan proses seleksi di situ," ujar Gubernur Rudy Mas'ud menanggapi usulan nama Syaharie Jaang.

Saat ditegaskan kembali mengenai apakah keputusan mutlak berada di tangan Pansel tanpa campur tangan kepentingan politik, jawaban tegas kembali meluncur dari sang Gubernur. "Dari pansel. Jadi nanti siapa yang lolos di situ baru kita proses. Ya? Terima kasih," tegasnya.

Sikap dingin Pemprov Kaltim ini seolah menegaskan bahwa karpet merah tidak bisa begitu saja digelar, sekalipun nama yang diusulkan adalah figur senior sekelas Syaharie Jaang. Sebelumnya, Andi Harun menegaskan bahwa perombakan direksi dan komisaris yang akan habis masa jabatannya pada rentang Agustus 2026 hingga Februari 2027 ini harus mengedepankan prinsip Internal First, Merit Based, External Necessary. Menurutnya, kader internal Bank Kaltimtara harus diprioritaskan terlebih dahulu lewat penilaian objektif berbasis kompetensi dan integritas sebelum melirik pihak luar.

"Bank BPD ini adalah milik masyarakat Kaltim. Jadi logis apabila kita mendahulukan kepentingan rekrutmen pada talenta-talenta terbaik Kaltim, tentu yang memenuhi seluruh syarat kompetensi dan integritas," ujar Andi Harun.

Selain suksesi kepemimpinan, RUPS tersebut juga menyepakati penyesuaian Anggaran Dasar perseroan guna menyelaraskan dengan regulasi anyar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Andi Harun mengingatkan agar perubahan ini menjadi momentum membenahi tata kelola (Good Corporate Governance) bank milik daerah tersebut.

Di sisi lain, Syaharie Jaang yang kini aktif mengajar sebagai Dosen S1 dan S2 Ilmu Hukum di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda merespons santai namanya yang mendadak diseret ke bursa calon komisaris. Pria tersebut menyampaikan apresiasinya, namun mengaku tak pernah mengincar posisi strategis di bank plat merah itu.

"Terima kasih atas ketulusan Pak Andi Harun yang mengusulkan nama saya. Sampai saat ini tidak pernah saya pikirkan. Saat ini saya konsentrasi sebagai dosen," ungkap Jaang. Ia pun menegaskan tidak ingin berandai-andai dan lebih memilih menikmati aktivitasnya saat ini. "Saya tidak mau mengandai-andai, ngalir saja. Yang jelas saya menikmati aktivitas saat ini dan bersyukur," pungkasnya.

Kini, bola panas berada di tangan Panitia Seleksi. Publik Kaltim tentu menanti apakah proses ini benar-benar murni berjalan di atas rel merit system dan independensi pansel, ataukah sekadar menjadi panggung tawar-menawar kepentingan di lingkaran kekuasaan. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
rudy mas'ud Bankaltimtara andi harun