BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah Perkuat Perlindungan Pekerja Melalui Sosialisasi Jaminan Sosial bagi Komunitas Dampingan MPM

Wawan • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:13 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nunukan bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah menggelar sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan kepada komunitas dampingan MPM Muhammadiyah.
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nunukan bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah menggelar sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan kepada komunitas dampingan MPM Muhammadiyah.

 

PROKAL.co, Nunukan – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nunukan bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah menggelar sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan kepada komunitas dampingan MPM Muhammadiyah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) di Masjid Istiqomah, Kabupaten Nunukan, tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja, khususnya pekerja sektor informal dan pelaku usaha mikro.

Sosialisasi diikuti komunitas dampingan MPM Muhammadiyah yang berasal dari berbagai profesi dan kalangan pelaku usaha. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), serta Jaminan Pensiun (JP) bagi segmen peserta yang memenuhi ketentuan.

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pendaftaran, besaran iuran, hingga manfaat yang dapat diterima apabila terjadi risiko sosial maupun risiko kerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nunukan, Jodi Widardi, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Muhammadiyah merupakan langkah strategis untuk memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hingga menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum terlindungi secara optimal.

"Muhammadiyah memiliki jaringan yang luas dan kedekatan dengan masyarakat. Sinergi ini menjadi langkah yang sangat baik untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Harapan kami, semakin banyak pekerja, khususnya pekerja mandiri dan sektor informal, yang memahami manfaat BPJS Ketenagakerjaan dan segera menjadi peserta aktif," ujar Jodi.

Menurut Jodi, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bukan hanya menjadi kebutuhan pekerja di perusahaan, tetapi juga penting bagi petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, pekerja lepas, hingga berbagai profesi lainnya yang memiliki risiko dalam menjalankan pekerjaannya.

"Setiap orang yang bekerja memiliki risiko. Ketika risiko itu terjadi, BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan sehingga pekerja dan keluarganya tetap memiliki kepastian dan rasa aman. Oleh karena itu, kami terus mendorong perluasan kepesertaan melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Muhammadiyah," tambahnya.

Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga terdorong untuk menjadi peserta aktif serta mengajak keluarga dan lingkungan sekitarnya agar memperoleh perlindungan yang sama.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nunukan akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya sebagai upaya memperluas cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dengan semakin luasnya cakupan kepesertaan, diharapkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya dapat semakin terjamin sekaligus mendukung pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Wawan
bpjs nunukan