PROKAL.CO- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seiring berjalannya musim kemarau. Berdasarkan hasil pemetaan dan laporan Pusat Data dan Informasi, empat wilayah ditetapkan memiliki tingkat kerawanan tertinggi, yaitu Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser.
Meskipun puncak kemarau diperkirakan berlangsung hingga Agustus, dinamika cuaca saat ini membuat intensitas hujan masih terjadi di beberapa titik sehingga potensi ekstrem belum sepenuhnya dirasakan. Kendall demikian, pemantauan di lapangan menunjukkan kejadian kebakaran lahan hampir terjadi setiap hari, meski ukurannya masih dapat dikendalikan di bawah lima hektar berkat kesigapan tim gabungan.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Budi Purnomo, menegaskan bahwa mayoritas insiden Karhutla di wilayahnya dipicu oleh faktor kelalaian manusia. Pembukaan lahan pertanian dengan cara dibakar, pembakaran sampah rumah tangga yang ditinggal tanpa pengawasan, hingga pembuangan puntung rokok sembarangan menjadi penyebab utama meluasnya api di tengah kondisi lahan yang mengering.
Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPBD Kaltim menerapkan sistem satu komando dengan melibatkan BPBD kabupaten/kota, instansi terkait, serta masyarakat. Langkah preventif berupa patroli rutin dan pemantauan titik panas (hotspot) terus digencarkan berdasarkan laporan cepat dari warga agar setiap percikan api dapat langsung dipadamkan sebelum membesar. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co